Translate

Rabu, 14 November 2012

ALENIA


BAB I
PENDAHULUAN

Di dalam penulisan sebuah wacana, kita itu pasti akan menyusun sebuah kata, kemudian kalimat , dan terciptalah sebuah alenia yang berasal dari kumpulan katan danbeberapa kalimat tersebut. Dimana setiap alenia itu memiliki ide pokok yag memberi gagasan pada alenia.
Maka dari itu pemulis tertarik membahas makalah ini dengan judul ALENIA, penulis mengharapkan kritik dan saran kepada pembaca terutama kepada Ibu Dosen, agar kedepannya penulis dapat menulis makalah yang sesempurna mungkin.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Paragraf atau Alinea
Paragraf atau alinea adalah bagian terkecil dalam karya tulis yang menyatakan suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih luas dari kalimat. Alinea merupakan dari kalimat-kalimat akan tetapi kalimat tersebut bukan sekedar kumpulan, bahkan mempunyai hubungan atau pertalian antara yang satu dengan yang lain dalam satu rangkaian atau bisa dikatakan didalam sebuah alinea hanya dipaparkan satu topik atau satu gagasan saja.[1]
Alinea bertujuan untuk: (1) mempermudah para mahasiswa dalam memahami pengertian dan pemahaman dengan menguraikan satu tema dengan tema yang lain. Oleh sebab itu, dalam satu alinea hanya boleh menmgandung satu tema. (2) memisahkan dan menegaskan perhatian secara wajar dan formal, untuk memungkinkan pembaca berhenti lebih lama dan pada perhentian yaitu di akhir kalimat.

B.     Panjang Pendeknya Alinea
Panjang pendeknya suatu paragraf tergantung pada banyak sedikitnya segi-seginya, lebih layak jika alinea sedikit panjang. Namun andai kata sedkit cukuplah dengan beberapa kalimat saja. Panjang pendeknya alinea serta panjang pendeknya kalimat, tergantung pada isi pikiran atau gagasan tersebut.
Alinea yang terlalu pendek atau sedikit kurang baik, ia akan menjadi gagasan belaka. Sebaiknya alinea yang terlalu panjang berambisi menjelaskan gagasan-gagasan pokokyang lebih besar sekaligus yang urusannya dianggap kurang ideal.
Alinea yang baik adalah alinea yang dapat menjelaskan gagasan pokok atau yang dapat menguguhkan argumentasi secukupnya. Dan isi gagasan pokok yang dijelaskan haru dinyatakan dalam dua atau tiga alinea.

C.    Pembentukan Alinea
Dalam pembentukan alinea ada juga tiga pernyataan. Apabila sudah dapat mencukupi dari tiga pernyataan ini maka alinea-alinea akan menjadi ideal dan baik. Antara lain:
1)                  Kesatuan : semua kalimat yang menyusun paragraf bersama menguraikan dan terpusat dalam satu gagasan.
2)                  Koheran  : Ada kekompakan antara kalimat-kalimat yang berbentuk paragraf. Kalimat yang satu dapat mengantar pembaca pada kalimat berikutnya dalam satu runtuhan yang masuk akal.
3)                  Pengembangan atau rincian : Paragraf harus dikembangkan agar memiliki isi yang memadai, mempunyai sejumlah rincian yang terpilih untuk mendukung gagasan utama.[2]

D.    Kesatuan Alinea
Seperti yang telah disinggung di atas, yang dimaksud dengan kesatuan ialah bahwa alinea tersebut harus memperhatikan dengan jelas maksud dari tema tertentu. Kesatuan ini tidak boleh di artikan bahwa ia hanya memusatkan satu hal saja. Sebuah alinea yang memiliki kesatuan bisa saja mengundang beberapa perincian.
Fungsi dari alinea adalah mengembangkan gagasan tunggal, maka tidak boleh terdapat unsur-unsur yang sama sekali yang tidak mempunyai pertalian. Jadi dalam tulisan-tulisan yang baik, terdapat empat macam cara untuk menempatkan sebuah kalimat topik atau kalimat utama.

1.      Pada awal kalimat (Deduktif)
Pengertian awal alinea ini dapat merupakan kalimat pertama, yaitu mula-mula mengemukakan pokok persoalan, kemudian menyusun uraian-uraian terperinci. Kemudian diikuti uraian penjelas, argumentasi dan sebagainya.
2.      Pada alinea akhir (Induktif)
Kalimat topik dapat pula ditempatkan pada bagian akhir dari alinea tersebut. Alinea seperti ini harus disusun sekian macam sehingga dapat mencapai klimaks dalam kalimat pokok yang terdapat di akhir alinea itu.
3.      Pada awal dan akhir kalimat (Deduktif dan Induktif)
Pada alinea ini adalah gabungan dari dua alinea diatas. Disini sebagai kalimat inti gagasan pokok telah dinyatakan, tetapi paa kalimat terakhir kembali diulangi sekali lagi gagasan pokoknya.
4.      Pada seluruh Alinea (Deskriftif dan Naratif)
Kalimat topik atau kalimat utama dapat juga termuat dalam seluruh alinea. Dalam hal ini tidak terdapat kalimat yang khusus yang mau menjadi kalimat topiknya. Alinea ini gagasan pokoknya tidak terbatas hanya dalam kalimat satu saja.[3]

E.     Macam-macam Alinea
Berdasarkan sifat dan tujuannya, alinea-alinea dapat dibedakan atas:
1.      Alinea pertama
Tiap jenis karangan mempunyai alinea pembuka atau pengantar karangan itu, atau pengantar pokok pikiran dalam karangan itu. Alinea pembuka yang pendek jauh lebih baik, karena alinea-alinea yang panjang hanya akan menimbulkan kebosanan pembaca.


2.      Alinea penghubung
Alinea penghubunga ialah semua alinea yang terdapat antara alinea pembuka dan alinea penutup. Sifat alinea penghubung tergantung pada jenis karangannya. Alinea ini harus disusun berdasarkan satu pengembangan yang logis.
3.      Alinea penutup
Alinea penutup adalah alinea yang dimaksud untuk mengakhiri karangan atau bagian karangan. Dengan kata lain alinea ini mengandung kesimpulan pendapat dari apa yang telah diuraikan dalam alinea-alinea penghubung.
Namun alinea penutup tidak boleh terlalu panjang, tetapi buka berarti alinea tersebut tiba-tiba dapat diputuskan begitu saja. Alinea ini harus merupakan suatu kesimpulan berat dan betul-betul mengakhiri uraian itu serta dapat menimbulkan banyak kesan pada pembaca.

F.     Fungsi Alinea
Sesuatu yang bersifat abstrak lebih sukar dipahami daripada sesuatu yang telah kecil dan konkret. Adapun fungsi alinea ialah (1) sebagai penampung dari sebahagian kecil jalan pikiran atau ide-ide pokok keseluruhan karangan. (2) memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok. (3) memungkinkan pengarang melahirkan jalan pikirannya secara sistematis. (4) mengarahkan pembaca dalam mengikuti alur pikiran pengarang serta memahaminya.
Ide pokok itu merupakan bagian yang integral dari ide pokok yang terkandung dalam keseluruhan karangan. Ide pokok alinea tidak hanya merupakan bagian dari ide pokok keseluruhan, tetapi juga memiliki relevansi dan menunjang ide pokok tersebut. Melalui ide pokok yang tersirat dari setiap alinea, pembaca akan sampai pada pemahaman total isi karangan.




G.    Kriteria Alinea
Beberapa syarat yang harus dipenuhi agar alinea termasuk kategori baik, diantaranya:
1.      Satu alinea terdiri atas beberapa kalimat
2.      Alinea tersebut mengandung satu ide pokok
3.      Ide yang diungkapkan dalam kalimat-kalimat yang membangun alinea tersebut saling berkaitan sehingga terlihat koherensi secara berkesinambungan, serta urutan yang logis dan runtun.
4.      Pengungkapan kelompok ide dalam alinea tersebut merupakan satu kesatuan yang padu.
5.      Alinea tertulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar
6.      Struktur alinea harus bervariasi disesuakan dengan latar belakang pembaca, sifat media tempat alinea (karangan) diterbitkan serta sifat dan tuntutan kalimat topik.

H.    Jenis-jenis Alinea
  1. Alinea deduktif
Apabila ide pokok ditempatkan pada bagian awal alinea, maka alinea ini disebut deduktif.
  1. Alinea induktif
Apabila ide pokoknya ditempatkan pada bagian akhir, maka alinea ini disebut induktif.
  1. Alinea campuran
Alinea yang ide pokoknya secara simultan ditempatkan pada bagian awal dan akhir disebut alinea campuran. Biasanya ide yang terdapat pada bagian akhir merupakan pengulangan ide yang terdapat pada bagian awal
  1. Alinea deskriftif
Pada jenis alinea ini ide pokok tidak ditempatkan pada salah satu kalimat yang membangun alinea karena tidak ada satupun yang lebih penting daripada ide lainnya.
I.       Unsur-unsur Alinea
Alinea adalah satu kesatuan ekspresi yang terdiri atas seperangkat kalimat yang dipergunakan oleh pengarang sebagai alat untuk menyatakan dan menyampaikan jalan pikirannya kepada pembaca.
1.      Alinea yang memiliki empat unsur
  1. Transisi (berupa kata, kelompok kata, atau kalimat)
  2. Kalimat topik
  3. Kalimat pengembang
  4. Kalimat penegas

2.      Alinea yang memiliki tiga unsur
  1. Transisi (berupa kata, kelompok kata, atau kalimat)
  2. Kalimat topik
  3. Kalimat pengembang
3.      Alinea yang memiliki dua unsur
  1. Kalimat topik
  2. Kalimat pengembang
Transisi adalah rantai penghubung antar alinea. Transisi berfungsi sebagai penghubung jalan pikiran dua alinea yang berdekatan.
Ada dua cara untuk mewujudkan hubungan diantara dua alinea: pertama, secara implisit dan kedua, secara ekplisit. Hubungan ekplisit dinyatakan oleh alat penanda transisi tertentu, seperti:
1.      kata, termasuk di dalamnya kelompok kata
2.      kalimat.

a.       Transisi berupa kata
1)      Penanda hubungan kelanjutan
Contoh: dan, lagi, lagipula, tambahan lagi.
Contoh penanda transisi yang berupa kata ‘lagi pula’ adalah sebagai beirut:
Lagi pula, munculnya para pemimpin muda sangat diharapkan oleh masyarakat.

2)      Penanda hubungan urutan waktu
Contoh: dahulu, kini, sekarang, setelah, sesudah, kemudian.
Contoh penanda transisi yang berupa kata ‘sementara’ adalah sebagai beirut:
Sementara itu, persiapan pelantikan anggota DPRD sudah mulai dilakukan oleh panitia pelaksana.


3)      Penanda klimaks
Contoh: paling...., se...nya, ter....
Contoh penanda transisi yang berupa kata ‘terakhir’ adalah sebagai beirut:
Terakhir, dia berdagang buah-buahan pada usia 18 tahun.

4)      Penanda perbandingan
Contoh: sama seperti, ibarat, bak, bagaikan.
Contoh penanda transisi yang berupa kata ‘bagaikan’ adalah sebagai beirut:
Bagaikan seorang ahli, ia mulai melukis di atas kanvas.

5)      Penanda kontras
Contoh: tetapi, biarpun, waaupun, sebaiknya.
Contoh penanda transisi yang berupa kata ‘sebaliknya’ adalah sebagai beirut:
Sebaliknya, mereka terlihat kurang antusias untuk berpartisipasi sebagai pemilih pada pemilu tahun ini.




6)      Penanda urutan jarak
Contoh: di sini, di situ, di sana, dekat, jauh, sebelah
Contoh penanda transisi yang berupa kata ‘di sana’ adalah sebagai beirut:
Di sana, telah berdiri tegak sebuah monumen yang mengenang kepahlawanan sebuah bangsa.

7)      Penanda ilustrasi
Contoh: umpama, contoh, misalnya.
Contoh penanda transisi yang berupa kata ‘misalnya’ adalah sebagai beirut:
Misalnya, pembangunan tidak akan berjalan tanpa adanya kerja sama semua pihak.

b.      Transisi berupa kalimat
Kalimat penuntun tidak berfungsi sebagai pengganti kalimat topik. Letaknya selalu mandahului kalimat topik. Bila dalam suatu alinea terdapat kalimat penuntun sebagai transisi, kalimat topik terdapat setelah kalimat penuntun tersebut.

1)      Kalimat Topik
Ada berbagai istilah yang sama maknanya dengan kalimat topik. Dalam bahasa inggris, kita mengenal istilah mejor point, main idea, dan topicsentence.

2)      Kalimat penegas
Kalimat penegas adalah elemen alinia yang keempat dan teerakhir, yaitu elemen transisi, kalimat topik, kalimat pengembang.

3)      Kalimat pengembang
Susunan kalimat pengemang tidak sembarangan. Untuk kalimat pengembang sebagai perluasan pemaparan ide pokok yang berisfat abstrak menuruti hakekat ide pokok.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Alinea merupakan dari kalimat-kalimat akan tetapi kalimat tersebut bukan sekedar kumpulan, bahkan mempunyai hubungan atau pertalian antara yang satu dengan yang lain dalam satu rangkaian atau bisa dikatakan didalam sebuah alinea hanya dipaparkan satu topik atau satu gagasan saja. Alinea yang baik adalah alinea yang dapat menjelaskan gagasan pokok atau yang dapat menguguhkan argumentasi secukupnya.
Fungsi dari alinea adalah mengembangkan gagasan tunggal, maka tidak boleh terdapat unsur-unsur yang sama sekali yang tidak mempunyai pertalian. Ide pokok alinea tidak hanya merupakan bagian dari ide pokok keseluruhan, tetapi juga memiliki relevansi dan menunjang ide pokok tersebut.


[1] Haryanto, dkk. Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah, (Jakarta: Kedokteran EGC, 2000), hal. 47.
[2] Ibid, hal. 48.
[3] Keraf Gorys. Komposisi, (Jakarta: Nusa Indah, 1970), hal. 67.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar