Translate

Rabu, 14 November 2012

SARANA BERPIKIR ILMIAH

BAB I
PENDAHULUAN

Kegiatan ilmiah merupakan suatu kegiatan yang memerlukan persyaratan panjang guna menemukan kebenaran dengan cara yang sistematis. Suatu kebenaran dapat dituangkan dalam ilmu, sehingga teruji kebenarannya. Akan tetapi harus melalui proses panjang, salah satunya dengan metode ilmiah, sarana berpikir ilmiah, penelitian ilmiah dan lainnya.
Sarana berpikir ilmiah merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh. Hal inlah yang membantu sehingga memudahkan kita dalam proses kegiatan ilmiah yang rumit sehingga suatu ilmu tersebut dapat secara sistematis, terencana, tepat dan lainnya.
Dalam makalah yang singkat ini penulis akan mencoba memaparkan tentang Sarana Berpikir Ilmiah, Bahasa, Matematika, dan Statistika. Dalam makalah yang singkat ini mungkin banyak kekurangan dalam penulisan juga isi dalam makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari saudara/i pembaca, khususnya dosen pembimbing guna kesempurnaan makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN

A. SARANA BERPIKIR ILMIAH
Sarana berpikir ilmiah pada dasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh. Sarana berpikir ilmiah dalam pembelajaran ini, kita harus memperhatikan dua hal. Pertama, sarana ilmiah bukan merupakan ilmu dalam pengertian bahwa saran ilmiah itu merupakan kumpulan pengetahuan yang didapatkan berdasarkan metode ilmiah. Kedua, tujuan mempelajari sarana ilmiah adalah untuk memungkinkan kita melakukan penelaahan ilmiah secara baik.[1]
Dalam hal ini maka sarana berpikir ilmiah merupakan alat bagi cabang-cabang pengetahuan untuk mengembangkan materi pengetahuannya berdasarkan metode ilmiah. Untuk dapat melakukan kegiatan berfikir ilmiah dengan baik maka diperlukan sarana yang berupa bahasa, logika, matematika dan statistika.

B. BAHASA
     1. Pengertian
Bahasa merupakan alat komunikasi verbal yang dipakai dalam seluruh proses berpikir ilmiah dimana bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut kepada orang lain[2]. Sebagai sarana komunikasi maka segala yang berkaitan dengan komunikasi tidak terlepas dari bahasa, seperti berpikir sistematis dalam menggapai ilmu dan pengetahuan. Dengan kata lain, tanpa mempunyai kemampuan berbahasa, seseorang tidak dapat melakukan kegiatan berpikir secara sistematis dan teratur.
Bloch and Trager mengatakan bahwa a language is a system of arbitrary vocal symbols by means of which a social group cooperates (bahasa adalah suatu sistem simbol-simbol bunyi yang arbitrer yang dipergunakan oleh suatu kelompok sosial sebagai alat untuk berkomunikasi.[3]

2. Fungsi Bahasa
      Aliran filsafat bahasa dan psikolinguistik melihat fungsi bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan emosi, sedangkan aliran sosiolinguistik berpendapat bahwa fungsi bahasa adalah sarana untuk perubahan masyarakat. Secara umum dapat dinyatakan bahwa fungsi bahasa adalah:
  1. Koordinator kegiatan-kegiatan masyarakat
  2. Penetapan pemikiran dan pengungkapan
  3. Penyampaian pikiran dan perasaan
  4. Penyenangan jiwa
  5. Pengurangan kegoncangan jiwa[4]
Menurut Halliday sebagaimana yang dikutip oleh Thaimah bahwa fungsi bahasa adalah sebagai berikut:
  1. Fungsi Instrumental
  2. Fungsi Regulatoris
  3. Fungsi interaksional
  4. Fungsi personal
  5. Fungsi heuristik
  6. Fungsi imajinatif
  7. Fungsi representasional[5]


3. Bahasa sebagai Sarana Berpikir  Ilmiah
      Berbicara masalah sarana ilmiah, jika kita kaitkan dengan berpikir ilmiah, sarana ilmiah merupakan alat bagi cabang-cabang pengetahuan untuk mengembangkan materi pengetahuan berdasarkan metode ilmiah. Bahasa sebagai alat komunikasi verbal yang digunakan dalam proses berpikir ilmiah dimana bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut kepada orang lain, baik pikiran yang berlandaskan logika induktif maupun deduktif.

4. Bahasa Ilmiah dan Bahasa  Agama
Telah diutarakan sebelumnya bahwa bahasa ilmiah adalah bahasa yang digunakan dalam kegiatan ilmiah, berbeda dengan bahasa agama. Ada dua pengertian mendasar tentang bahasa agama, pertama, bahasa agama adalah kalam ilahi yang terabadikan ke dalam kitab suci. Kedua, bahasa agama merupakan ungkapan serta perilaku keagamaan dari seseorang atau sebuah kelompok sosial.
Bahasa ilmiah dapat digunakan dalam bahasa agama, baik dalam defenisi pertama maupun kedua tetapi bahasa agama tidak selalu dapat digunakan dalam bahasa ilmiah.

C. MATEMATIKA
1. Matematika sebagai Bahasa
Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Lambang-lambang matematika bersifat “artifisal” yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya. Tanpa itu maka matematika hanya merupakan kumpulan rumus-rumus yang mati.[6]
Ciri utama matematika ialah metode dalam penalaran (reasoning).[7] Matematika mempunyai kelebihan lain dibandingkan dengan bahasa verbal. Matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif. Matematika memungkinkan ilmu mengalami perkembangan dari tahap kualitatif ke kuantitatif. Perkembangan ini merupakan suatu hal yang imperatif bila kita menghendaki daya prediksi dan kontrol yang lebih tepat dan cermat dari ilmu.[8]

2. Matematika sebagai Sarana Berpikir Deduktif
Matematika merupakan ilmu deduktif. Nama ilmu deduktif diperoleh karena penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi tidak didasari atas pengalaman seperti hanya yang terdapat di dalam ilmu-ilmu empirik, melainkan di dasarkan atas deduksi-deduksi (penjabaran-penjabaran).[9]
Matematika merupakan pengetahuan dan sarana berpikir deduktif. Bahasa yang digunakan adalah bahasa artifisial, yakni bahasa buatan. Keistimewaan bahasa ini adalah terbebas dari aspek emotif dan efektif serta jelas kelihatan bentuk hubungannya. Matematika lebih mementingkan bentuk logisnya. Pernyataan-pernyataannya mempunyai sifat yang jelas.[10]

3. Matematika untuk Ilmu Alam dan Ilmu Sosial
            Matematika marupakan salah satu puncak kegemilangan intelektual. Matematika juga memberikan bahasa, prosses, dan teori yang memberikan ilmu suatu bentuk dan kekuasaan.[11]
            Dengan perkembangan ilmu pengetahuan alam matematika memberikan kontribusi yang cukup besar. Kontrbusi matematika dalam ilmu alam, lebih ditandai dengan penggunaan lambang-lambang bilangan untuk perhitungan dan pengukuran, disamping hal lain seperti bahasa, metode, dan lainnya.
Adapun ilmu-ilmu sosial dapat ditandai oleh kenyataan bahwa kebanyakan dari masalah yang dihadapinya tidak mempunyai pengukuran yang mempergunakan bilangan dan pengertian tentang ruang adalah sama sekali tidak relevan. Seorang ilmuwan menggunakan model sistematis, karena bahasa matematika marupakan suatu cara yang mudah dalam memformulasikan hpotesa keilmuan.

D. STATISTIK
1. Pengertian
            Secara etimologi, kata “statistik” berasal dari kata status (bahasa latin) yang mempunyai persamaan arti dengan kata state (bahasa Inggris), yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan negara. Pada mulanya, kata “statistik” dartkan sebagai “kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud angka maupun yang tidak berwujud angka, yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar bagi suatu negara”.
            Secara terminologi, statistik terkandung berbagai macam pengertian, yaitu:
            Pertama, yaitu kumpulan bahasa keterangan berupa angka atau bilangan.
            Kedua, sebagai kegiatan statistik atau kegiatan perstatistikan atau kegiatan penstatistikan.
            Ketiga, kadang juga dimaksudkan sebaai metode statistik, yaitu cara-cara tertentu yang perlu ditempuh dalam rangka mengumpulkan, menyusun atau mengatur, meyajikan, menganalisis, dan memberikan interpretasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang berupa angka itu dapat berbicara atau dapat membrikan pengertian makna tertentu.
            Keempat, istilah statistik juga dapat diberi pengertian sebagai “ilmu statistik”. Ilmu statistik ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan memperkembangkan secara ilmiah tahap-tahap yang ada dalam kegiatan statistik.[12]
            Dalam kamus ilmiah populer, kata statistik berarti tabel, grafik, daftar informasi, angka-angka, informasi. Jadi, statistika merupakan sekumpulan metode untuk membuat keputusan yang bijaksana dalam keadaan yang tidak menentu.

2. Hubungan antara Sarana Ilmiah Bahasa, Logika, Matematika dan Statistika
            Ditinjau dari pola pikirnya, maka ilmu merupakan gabungan antara berpikir deduktif dan berpikir induktif. Untuk itu, penalaran ilmiah menyandarkan diri kepada proses logika deduktif dan induktif. Matematika mempunyai peranan yang penting dalam berpikir deduktif, sedangkan statistika mempunyai peranan yang penting dalam berpikir induktif. Jadi keempat sarana ilmiah ini saling berhubungan erat satu sama lain.

3. Tujuan Pengumpulan Data Statistik
Tujuan pengumpulan data statistik ada dua golongan, yaitu tujuan kegiatan praktis dan kegiatan ilmuan. Kedua tujuan tersebut tidak mempunyai perbedaan yang hakiki karen akegiatan ilmuan merupakan dasar dari kegiatan praktis. Dalam bidang statistika, perbedaan yang penting dari kedua kegiatan ini dibentuk oleh kenyataan bahwa dalam kegiatan praktis hakikat aternatif yang sedang diperimbangkan sudah di ketahui, paling tidak secara prinsip. Sedangkan dalam bidang ka ilmuan diterapkan pada pengambilan suatu keputusan yang konsekuensinya sama sekali belum diketahui. Walaupun begitu, kegiatan perbedaan ini hanya bersifat relatif dan bukan suatu perbedaan yang hakiki.[13]

4. Penerapan Statistika
Metode statistika secara meningkat makin sering dipergunakan dalam kegiatan niaga. Statistika diterapkan secara luas dalam hampir semua pengambilan keputusan dalam bidang manajemen.
Permintaan terhadap penelitian di bidang biologi tertentu, umpamanya anthropometri, agronomi, dan genetika, membawa kelahiran baru bagi statistika pada permuaan abad kedua puluh ini. Penerapan metode statistika dalam bidang opini terus berkembang.  Kemajuan di bidang genetika, sangat berhubungan erat dengan perkembangan statistika. Ilmu-ilmu alam terutama astronomi, geologi dan fisika adalah salah satu dari bidang-bidang keilmuan dimana metode statistikauntuk pertama kali di kembangkan dan diterapkan.[14]


BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Sarana berpikir ilmiah merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh. Bahasa merupakan alat komunikasi verbal yang dipakai dalam seluruh proses berpikir ilmiah dimana bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut kepada orang lain. Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. statistika merupakan sekumpulan metode untuk membuat keputusan yang bijaksana dalam keadaan yang tidak menentu.
 DAFTAR PUSTAKA



Bakhtiar, Amsal. Filsafat ilmu. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 2008.
Sudijono, Anas. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada. 1996.
Suriasumantri, Jujun S. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: PT Pancaranintan Indahgraha, 2007.
Suriasumantri, Jujun S. Ilmu dalam Perspektif: Sebuah Kumpulan Karangan tentang Hakekat Ilmu. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1997.


[1] Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, (Jakarta: PT Pancaranintan Indahgraha, 2007), hal. 167.
[2] Ibid.
[3] Amsal Bakhtiar, Filsafat ilmu, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2008), hal. 176.
[4] Ibid., hal. 180.
[5] Ibid., hal 181
[6] Jujun S. Suriasumantri, Op-Cit., hal 190.
[7] Jujun S. Suriasumantri, Ilmu dalam Perspektif: Sebuah Kumpulan Karangan tentang Hakekat Ilmu, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1997), hal. 172.
[8] Amsal Bakhtiar, Op-Cit, hal. 191.
[9] Ibid.,
[11] Jujun S. Suriasumantri, Ilmu Dalam Perspektif, Op-Cit, hal. 172.
[12] Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996), hal. 1.
[13] Jujun S. Suriasumantri, Op-Cit, hal. 202.
[14] Amsal Bakhtiar, Op-Cit, hal. 211.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar