Translate

Selasa, 25 Desember 2012

BAHASA BAKU DAN ASING


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Bahasa Indonesia adalah bahasa bahsa resmi Republik Indonesia dan bahasa persaruan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan berlakunya konstitusi di Timor Laste, Bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja.
Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebaga bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awa abad ke-20. penamaan “Bahasa Indonesia” di awali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan “imperialisme bahasa” apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa melayu yang digunakan di Riau maupun semenanjung Malaya. Hingga saat ini bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90 % warga Indonesia. Bahasa Indonesia bukanlah bahasa Ibu bagi kenyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa Ibu. Penutur bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa Ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
Bahasa merupakan seuatu sistem, lambang berupa bunyi, bersifat arbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat tutur untuk bekerja sama. Berkomunikasi dan mengidentifikasi diri. Sedangkan bahasa Bantu yaitu melirik bahasa asing yang di sebabkan oleh Ilmu dan Teknologi dan mengakibatkan adanya pungutan kosa kata atau khasanah bahasa. Bahasa yang diserap dari bahasa lain yaitu dari bahasa Belanda, Sansekerta dan bahasa Inggris. Sejarah perkembangan bahasa Indonesia dapat kita bagi atas beberapa priade yang disesuaikan dengan perjalanan dan pembangunan bangsa Indonesia dalam perjuangan menempuh kemerdekaan. Bahasa Indonesia adalah varian bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronasia dari cabang bahasa-bahasa Sunda – Sulawesi, yang digunakan sebagai Lingua Franca di Nusantara kemungkinan sejak abad awal penanggalan modern.


BAB II
Masalah

  1. Apakah yang dimaksud dengan Bahasa Bantu dan kata serapan ?
  2. Bagaimana hubungan bahasa Melayu dengan penutur bahasa Asing ?
 
BAB III
Pemecahan Masalah

1.      Pengertian Bahasa Baku
Bahasa baku adalah semua bahasa-bahasa yang ada di luar bahasa utama dan pertama yang berlaku di lingkungan wilayah Republik Indonesia. Atau bahasa indonesia yang melirik bahasa asing yang disebabkan oleh ilmu dan teknologi dan mengakibatkan adanya pungutan kosa kata atau khasanah bahasa (kekayaan bahasa).
Kata serapan adalah merupakan suatu hal yang lumrah. Setiap kali ada kontak bahasa lewat pemakaiannya pasti akan terjadi serap menyerap kata. Unit bahasa dan struktur bahasa itu ada yang bersifat tertutup dan terbuka bagi pengaruh bahasa lain. Tertutup berarti sulit menerima pengaruh, terbuka berarti mudah menerima pengaruh. Bunyi bahasa dan kosa kata pada umumnya merupakan unsur bahasa yang bersifat terbuka. Oleh karena itu, dalam kontak bahasa akan terjadi saling pengaruh, meminjam atau menyerap unsur asing dengan sendirinya. Tidak ada dua bahasa yang sama persis apalagi bahasa yang berlainan rumpun. Dalam proses penyerapan dari bahasa pemberi pengaruh kepada bahasa penerima pengaruh akan terjadi perubahan-prubahan. Ada poses penyerapan yang terjadi secara utuh, tetapi ada juga proses penyerapan yang terjadi dengan beberapa pnyesuaian baik dalam bahasa lisan maupun tulisan.
Unsur-unsur asing ini telah menambah sejumlah besar ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga bahasa Indonesia mengalami perkembangan sesuai dengan tuntunan zaman. Dan sejalan dengan perkembangan itu muncullah masalah-masalah kebahasaan, khususnya penyerapan kata-kata bahasa Inggris. Ada dua cara penyerapan kata-kata dan ungkapan-ungkapan dari Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia yaitu:
a.                   Dengan menyerap secara seluruhnya baik dalam ejaan maupun pada ucapannya.
b.                  Dengan menyesuaikan ejaan maupun ucapannya.
Berikut ini dapat dilihat beberapa macam pola penyerapan kata-kata dalam Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia.
  1. Kata-kata dalam bahasa Inggris yang berawal dengan C, Ch, dan Q.
Contoh:
Inggris
Ucapan
Indonesia
Corruption
Censor
Canteen
Check
Charter
Chocolate
Quality
Qantity
Quiz
Quota
Korapsien
Sensor
Kantiin
Cak
Carter
Cokeleit
Kwoliti
Kwontiti
Kwiz
Kwota
Korupsi
Sensor
Kantin
Cek
Carter
Coklat
Kualitas
Kuantitas
Kuiz
Kuota

  1. Suatu kata bahasa Inggris yang berakhir dengan “tion” dan “sion”, berubah menjadi “si”.
Contoh:
Inggris
Indonesia
Arti
Adoption
Attension
Condition
Discussion
Deviation
Emotion
Adopsi
Atensi
Kondisi
Diskusi
Deviasi
Emosi
Mengangkat (anak)
Perhatian
Keadaan
Pembicaraan
Penyimpanan
Perasaan

  1. Kata-kata dalam Bhasa Inggris mempunyai suku kata akhir “-nt” akan berubah menjadi “-n” dalam bahasa Indonesia.
Contoh:
Inggris
Indonesia
Arti
Argument
Component
Element
Statement
Argumen
Komponen
Elemen
Statemen
Bantahan
Bagian dari suatu alat
Unsure
Pernyataan

2.      Hubungan Bahasa Melayu dengan Penutur Bahasa Asing
  1. Hubungan dengan Penutur Arab dan Persia
Bahasa Arab di bawa ke Indonesia mulai abad ke-7 oleh saudagar dari Persia, India dan Arab yang juga penyebar agama Islam. Kosa kata bahasa Arab yang merupakan bahasa pengungkapan agama islam mulai berpengaruh ke dalam bahasa Melayu terutama sejak abad ke-12 saat Raja banyak memeluk agama islam. Kata-kata serapan dari bahasa Arab misalnya: abad, bandar, daftar, gairah, hadiah, hakim, ibarat, kudus, mimbar, taat, dan wajah. Karena banyak diantara pedagang itu adalah penutur bahasa Parsi, tidak sedikit kosa kata parsi masuk ke dalam bahasa Melayu, seperti acar, baju, domba kenduri, piala, saudagar dan topan.

  1. Hubungan dengan Penutur Portugis
Bahasa Portugis dikenali masyarakat penutur basaha Melayu sejak bahasa Portugis menduduki Malaka pada tahun 1511 setelah setahun sebelumnya ia menduduki Goa. Portugis di kecundangi atas saingan dengan Belanda yang datang kemudian menyingkir ke daerah Timur Nusantara. Meski demikian, pada abad ke-17 bahasa Portugis sudah menjadi bahasa perhubungan antar etnis di samping bahasa Melayu. Kata-kata serapan yang berasal dari bahasa Portugis seperti algojo, bangku, dadu, meja, reda dan tenda.

  1. Hubungan dengan Penutur Belanda
Belanda mendatangi Nusantara pada awal abad ke-17 ketika ia megusir Portugis dari Maluku tahun 1606, kemudian ia menuju ke Pulau Jawa dan daerah lain di sebelah Barat. Sejak itulah, secara bertahap Belanda menguasai banyak daerah di Indonesia. Bahasa Belanda tidak sepenuhnya menggeser kedudukan bahasa Portugis karena pada dasarnya Bahasa Belanda lebih sukar di pelajari, lagi pula orang-orang Belanda sendiri tidak suka membuka diri bagi orang-orang yang ingin mempelajari kebudayaan Belanda termasuklahh bahasanya. Hanya saja pendudukannya semakin luas meliputi hampir diseluruh negeri dalam kurun waktu yang lama. Belanda juga merupakan sumber utama untuk menimba ilmu bagi kaum pergerakan. Maka itu, komunikasi gagasan kenegaraan pada saat negara Indonesia didirikan banyak mengacu kepada bahasa Belanda. Kata-kata serapan dari bahasa belanda seperti abonemen, bangkrut, dongkrak, ember, formulir dan tekor.

  1. Hubungan dengan Penutur Inggris
Bangsa Inggris tercatat pernah menduduki Indonesia meski tidak lama. Raffles Menginvasi Batavia (sekarang Jakarta) pada tahun 1811 dan beliau bertugas disana selama lima tahun. Sebelum di pindahkan ke Singapura, dia juga betugas di Bengkulu pada tahun 1818. sesungguhnya pada tahu 1696 pun Inggris pernah mengirim utusan Ralph Orp ke Padang (Sumatera Barat), namun dia mendarat di Bengkulu dan menetap di sana. Di Bengkulu juga dibangun Benteng Marlborough pada tahun 1714-1719. itu berarti sedikit banyak hubungan dengan bangsa Inggris telah terjadi lama di daerah yang dekat dngan pusat pemakaian bahasa Melayu.

Di antara bahasa-bahasa di atas, ada beberapa yang tidak lagi menjadi sumbe penyerapan kata baru yaitu bahasa Parsi, Hindi dan Portugis. Kedudukan mereka telah digeser oleh bahasa Inggris yang penggunaanya lebih mendunia. Walaupun begitu, bukan berarti hanya bahasa Inggris yang  menjadi rujukan penyerapan bahasa Indonesia yang akan datang.
Di antara penutur bahasa Indonesia beranggapan bahwa bahasa Sansekerta yang sudah “mati” itu merupakan sesuatu yang bernilai tinggi dan klasik. Aturan itulah yang menjadi pendorong penghidupan kembali bahasa tersebut. Kata-kata sansekerta sering diserap dari sumbe yang tidak langsung, yaitu Jawa kuno. Sistem morfologi bahasa Jawa kuno lebih dekat kepada bahasa Melayu. Kata-kata serapan yang berasal dari bahasa sansekerta Jawa kuno misalnya acara, bahtera, cakrawala, darma, jaksa, kerja, lambat, perkasa dan wanita.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan
                  Bahasa Bantu adalah semua bahasa-bahasa yang ada di luar bahasa Utama dan pertama yang berlaku di lingkungan wilayah Republik Indonesia atau bahasa yang melirik bahasa asing yang disebabkan oleh ilmu dan teknologi dan mengakibatkan adanya penyusun kosa kata atau khasanah bahasa.
                  Tujuan mempelajari bahasa Bantu yaitu:
1.      Dapat menambah wawasan
2.      Dengan adanya bahasa yang beraneka ragam dapat melakukan study banding
3.      Untuk meningkatkan pergaulan antara suku, bangsa dan antar golonga
4.      Untuk mengeahi proses pembentukan kata.


Saran
                  Semoga pembaca makalah ini dapat mengambil manfaat dari makalah ini. Kritik dan saran yang membangun, penulis terima dengan tangan terbuka. Sekian dan terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar