Translate

Selasa, 25 Desember 2012

KUTIPAN


BAB I
PENDAHULUAN

            Sebagai penulis kita sebenarnya hanya meramu berbagai bahan menjadi sajian yang tidak saja enak rasanya, tapi juga menarik bentuknya. Meski banyak gagasan orisinal dalam menulis, mengutip sumber seakan tak dapat ihindari. Namun, kutipan yang terlampau banyak dapat menyeret seorang penulis pada tuduhan ia melakukan plagiat. Selanjutnya, tidak mengutip sama sekali, akan dipertanyakan.
            Demi menghindari pelanggaran hak cipta dan dengan mempertimbangkan etika dalam penulisan karya ilmiah, penulis perlu mengetahui kaidah-kaidah mengutip sumber dari buku-buku lain salah satunya buku terjemahan, untuk itu pemakalah akan mencoba memaparkan persoalan itu.
            Penulis mengharapkan agar para pembaca ini dapat mengetahui cara mengutip buku terjemahan dengan benar sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditentukan.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    pengertian Mengutip dan Fungsinya
kutipan adalah salinan kalimat, paragraf, atau pendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya, baik yang terdapat dalam buku, jurnal, baik yang melalui media cetak maupun elektronik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mangutip adalah mengambil perkataan atau kalimat dari buku atau yang lainnya.
Fungsi kutipan :
1.                          Untuk menunjang fakta, konseo, gagasan atau untuk memberikan informasi tentang sumber data, gagasan dan lain-lain yang relevan.
2.                          Untuk memberikan penjelasan penambahan tentang suatu masalah yang dikemukakan dalam teks atau untuk menjelaskan defenisi istilah secara cermat.

B.     Macam-Macam Kutipan
  1. Kutipan Langsung
Kutipan langsung adalah kutipan yang dilakukan persis seperti sumber aslinya, kata-kata yang digunakan sama seperti bahan aslinya. Kutipan terbagi atas dua yaitu :
a.       Kutipan langsung pendek
b.      Kutipan langsung panjang

  1. Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang tidak persis seperti bahan aslinya. Kutipan ini merupakan suatu ketikan pokok-pokok pikiran atau ringkasan kesimpulan menurut jalan pikiran dan bahasa pengutip sendiri. Kutipan tidak langsung terbagi atas dua yaitu :
a.       Kutipan tidak langsung pendek
b.      Kutipan tidak langsung panjang
C.    Cara Penulisan Kutipandari Buku Terjamahan
Cara penulisannya :
Nama asli pengarang, judul asli buku atau judul terjemahan, penerjemah (bisa disingkat terj.), (nama kota: penerbit, kota terbit, tahun), nomor halaman.
Contohnya:
“Demi Tuhan yang meninggikan langit tanpa tiang, terus terang saya mencintainya. Saya akan tetap menjaga perasaan sekalipun Tuhan tidak menakdirkan saya bersamanya. Saya tidak bisa menerima ucapan orang kalau mengatakan bahwa hubungan ini biasa-biasa saja. Saya tidak dapat jauh darinya, dan mengkhayalkannya selalu bersama saya dalam setiap keadaan.”[1]

“Sejauh yang dapat disimpulkan dari beberapa riwayat, Aisyah memiliki kulit yang berwarna putih kemerah-merahan. Wajahnya bersinar cantik, dan elok dipandang.”[2]

D.    Kesimpulan
Dari penjelasan yang telah dijelaskan tadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa:
Mengutip adalah mengambil perkataan atau kalimat dari buku atau lainnya disertai sumber kutipannya. Fungsi kutipan yaitu sebagai catatan acuan dan sebagai catatan kaki.
Dan adapun penulisan dari buku terjemahan adalah :
Nama asli pengarang, judul asli buku atau judul terjemahan, penerjemah (bisa disingkat terj.), (nama kota: penerbit, kota terbit, tahun), nomor halaman.

E.     Saran
Demi menghindari pelanggaran hak cipta dan mempertimbangkan etika dalam penulisan karya ilmiah sehingga karya ilmiah itu menjadi bernilai dan berbobot, sebaiknya para penulis mengetahui kaidah-kaidah mengutip  khusunya kepada buku terjemahan.


[1] Yusuf Al-Qaradhawi. Cyber Love, penerjemah Faisal Asdar Bakri, (Zikrul Hakim: Jakarta Timur, 2005), hal. 206.
[2] Sulaiman An-Nadawi.  Sirah as-sayyidah aisyah Mu’minin r.a. atau Aisyah The True Beauty, (Pena Pundi Aksara: Jakarta Pusat, 2007),  hal. 243.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar