Translate

Selasa, 25 Desember 2012

LAPORAN PENELITIAN


BAB I
PENDAHULUAN

Identitas buku “MANAJEMEN PENELITIAN” karya Prof. Dr. Suharsimi Arikunto.
1.      Judul Buku                                       : Manajemen Penelitian
2.      Pengarang                                        : Prof. Dr. Suharsimi Arikunto
3.      Penerbit                                            : Rineka Cipta
4.      Tahun Terbit                                     : 2010
5.      Cetakan                                            : Kesebelas, Agustus 2010
6.      Kota dan Lembaga Penerbit            : Jakarta, Rineka Cipta
7.      Tebal Buku                                       : 23,5 cm
8.      Warna Sampul Buku                        : Merah, Coklat, Ungu, Putih, Biru dan Hitam
9.      Jumlah Halaman                               : 506 Halaman
10.  Garis-garis Besar Isi Buku               :
Secara garis besar isi buku ini terdiri dari lima bagian. Bagian-bagiannya ialah:
a.       Bagian Pertama : Pra-Perencanaan
Yang termuat dalam bagian ini adalah bagaimana penelitian harus mengelola kegiatan-kegiatannya dalam menyusun proposal dan memantapkan proposal penelitian. Jika telah disetujui oleh dosen pembimbing atau sponsor yang memberikan bantuan dana. Pemantapan proposal dilakukan dengan cara menyelenggarakan seminar atau meminta saran-saran kepada orang lain yang dipandang tahu dan memahami permasalahan.
b.      Bagian Kedua : Perencanaan
Yang termuat dalam bagian ini adalah melengkapi personalia penelitian (jika penelitiannya dilakukan oleh kelompok) atau menentukan personalia pembantu (jika penelitian yang dilakukan merupakan penelitian yang dilakukan merupakan penelitian mandiri), mengurus perizinan, penyusunan serta memantapkan instrumen mengumpulkan data.
c.       Bagian Ketiga : Pelaksanaan Penelitian
Yang termuat dalam bagian ini antara lain dengan apa dan bagaimana melaksanakan berbagai teknik mengumpul data dan bagaimana cara mengatasi hambatan yang diantisipasikan akan muncul. Keberhasilan penelitian secara keseluruhan sangat ditentukan oleh berhasil dan tidaknya penelitian mengumpulkan data yang benar. Oleh karena itu, dalam begian ini bukan saja disajikan teknik pengumpulan data tetapi juga pengorganisasian petugas pengumpulnya, pengelolaan waktu dan biaya, serta begaimana teknik mencapai target kembalinya instrumen yang telah terisi pada waktunya.
d.      Bagian Keempat : Pelaksanaan
Yang termuat dalam bagian ini antara lain adalah bagaimana memantapkan penelitian dalam memilih teknik analisis data, melaksanakan persiapan pengolahan data, melaksanakan pengelolaan, melakukan pembahasan terhadap hasil analisis, menarik kesimpulan, mencarikan pendukung untuk menyusun diskusi dan saran-saran.
e.       Bagian Kelima : Penyusunan Laporan Penelitian
Yang termuat dalam bagian ini antara lain pembagian tuas menyusun bagian laporan (jika penelitian dilakukan secara kelompok), mencari sumber-sumber untuk memperluas dukungan teori, mencari dan menentukan model penulisan laporan, bagaimana memilih rumusan kalimat yang tepat untuk setiap bagian laporan, dan bagaimana menyunting laporan sesuai dengan tujuan penyusunannya.





BAB II
LAPORAN BAGIAN BUKU

 BAB 2
MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN

Bagi seorang peneliti, menyusun proposal penelitian merupakan langkah yang sangat penting karena langkah ini sangat menentukan berhasil tidaknya seluruh kegiatan penelitian. Bab ini menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan penyusunan  proposal tersebut. Dengan selesainya membaca bab ini pembaca diharapkan:
1.      Mengetahui manfaat proposal bagi kegiatan penelitian
2.      Memahami tentang hal-hal yang terkandung di dalam proposal penelitian
3.      Memiliki pengetahuan mengenai isi masing-masing komponen dalam proposal penelitian, sekaligus langkah-langkah penyusunannya.

A.    Manfaat Proposal Penelitian
Sebelum seseorang memulai dengan kegiatan penelitiannya maka ia harus membuat sebuah perencanaan tertulis yang biasa disebut dengan proposal penelitian. Penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang dimaksudkan untuk mengembangkan dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan. Sebuah kegiatan ilmiah mengandung 3 persyaratan yakni: dilakukan bertujuan, terencana dan sistematis. Proposal merupakan suatu cara untuk mengadakan realisasi dalam memenuhi persyaratan ilmiah tersebut. Dengan membuat proposal penelitian di tuntut untuk dirumuskan dengan jelas apa tujuan yang ingin dicapai.
Disamping tujuan proposal juga disebutkan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan penelitiannya, antara lain: Latar belakang diadakannya penelitian, Problematika, Hipotesis, Metodelogi yang dipakai. Proposal penelitian merupakan suatu rencana tertulis yang akan diikuti dengan kegiatan nyata. Proposal penelitian bukan saja harus dibuat oleh mahasiswa yang akan menyusun skripsi atau tesis, tetapi oleh siapa saja yang akan melakukan penelitian.

B.     Isi Proposal Penelitian
Proposal merupakan perencanaan pelitian yang harus sudah mencakup gambaran mengenai kegiatan penelitian yang bisa dilakukan. Secara garis besar proposal pelitian berisi hal-hal:
1.      Latar Belakang Penelitian
Latar belakang penelitian di kategorikan sebagai bagian pendahuluan ini dijelaskan mengenai apa yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian ini.
2.      Rumusan Problematika Penelitian
Problematika merupakan kunci dari kegiatannya. Dari problematika penelitian inilah tujuan penelitian, hipotesis populasi dan sampel.
3.      Rumusan Tujuan dan Hipotesis Penelitian
4.      Metodologi Penelitian
5.      Menentukan Langkah-langkah Penelitian

BAB 3
MERUMUSKAN JUDUL DAN PROBLEMATIKA PENELITIAN

Di dalam kegiatan penelitian, judul merupakan sesuatu yang sangat penting kedudukannya. Di samping judul, problematika penelitian juga merupakan hal pokok penting dalam penelitian. Bahkan sementara orang mengatakan bahwa problematika penelitian kedudukannya di dalam penelitian di bandingkan dengan judulnya. Pentingnya judul dan problematika ini dalam penelitian:


A.    Proses Pemilihan Problematika dan Judul Penelitian
Proses penelitian problematika dan judul penelitian tidak dapat dilepaskan dari bagian-bagian penelitian lain yaitu kepentingan pribadi atau kecenderungan perhatian masyarakat dan pemerintah beserta kebijakannya, populasi dan sampel penelitian yang dapat digunakan, kesempatan yang ada, waktu serta dana yang tersedia dan tidak kalah pentingnya adalah pelaksanaan utama maupun personel-personel lain yang dapat memberikan bantuan. Secara garis besar, proses penelitian pada umumnya melalui langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Mencari permasalahan yang pantas untuk diteliti
2.      Menelaah buku-buku untuk mencari dukungan teori dengan cara membaca maupun laporan hasil penelitian
3.      Meninjau kembali rumusan serta memantapkan problematika
4.      Menyusun instrumen pengumpul data
5.      Melaksanakan penelitian
6.      Melakukan tabulasi pengolahan data
7.      Mengambil kesimpulan
8.      Menyusun laporan penelitian

B.     Unsur-unsur Yang Dipertimbangkan Dalam Merumuskan Problematika dan Judul Penelitian
Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam merumuskan judul penelitian agak berbeda dengan hal-hal yang harus dipertimbangkan dan merumuskan problematika, meskipun antara judul dengan problematika amat erat hubungannya. Problematika merupakan unsur pokok yang menjiwai judul, akan tetapi tidak semua problematika dimasukkan ke dalam judul. Inti problematika merupakan unsur yang paling tepat ditonjolkan dalam merumuskan judul penelitian.


BAB 4
MERUMUSKAN HIPOTESIS PENELITIAN

Hipotesis merupakan sesuatu yang sangat perlu dialami oleh setiap peneliti. Di dalam proses penelitiannya, mau tidak mau mereka harus sampai pada taraf menentukan apakah penelitiannya akan menggunakan hipotesis ataukah tidak.
A.    Pengertian Hipotesis
Hipotesis menunjuk pada hubungan antara dua atau lebih variabel. Apabila peneliti setuju dengan pendapat ini, maka mereka hanya perlu berpikir akan menggunakan hipotesis atau tidak dalam penelitiannya jika peneliti tersebt mengandung satu variabel. Untuk penelitian dua atau lebih variabel, hipotesis merupakan dugaan tentang kebenaran mengenai dua variabel atau lebih. Hubungan variabel dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:
1.      Hubungan yang sifatnya sejajar tidak timbal balik
2.      Hubungannya yang sifatnya sejajar timbal balik
3.      Hubungan yang menunjuk pada sebab akibat

B.     Jenis-jenis Hipotesis
  1. Hipotesis Nol
  2. Hipotesis Alternatif / Hipotesis Kerja

BAB 5
MANGKAJI BAHAN PUSTAKA

Di dalam proses penelitian pada umumnya, kajian pustaka merupakan proses penting yang harus dilalui untuk memperoleh dukungan teori bagi pemecahan permasalahan yang diajukan. Kajian pustaka peneliti dapat memahami ilmu pengetahuan yang ada sehingga mereka mempunyai kesempatan untuk berkali-kali mengadakan peninjauan dimana letak permasalahan yang akan diteliti.
Dalam penyusunan proposal penelitian. Peneliti perlu melakukan pengkajian pustaka pada waktu: memilih masalah, menyusun landasan teori dan menyusun bagian metodologi. Di dalam bagian landasan teori terdapat dua tempat penting yang memerlukan hasil kajian pustaka yaitu keranga teori dan kerangka berpikir.
Untuk mengkaji sumber pustaka sebaiknya peneliti menggunakan kartu biografi. Hasil kajian pustaka dituangkan dalam bentuk kutipan langsung. Peneliti dibenarkan mengutip hasil karya ahli terdahulu sepanjang dengan jujur mnyebutkan dalam daftar pustaka maupun dalam teks proposal dan teks uraian laporan penelitiannya.

BAB 6
MENENTUKAN SUBYEK PENELITIAN

Di dalam subyek penelitian, subyek penelitian merupakan sesuatu yang kedudukannya sangat sentral karena pada subyek penelitian itulah data tentang variabel yang diteliti berada dan diamati oleh peneliti. Subyek penelitian, responden penelitian dan sumber data merupakan tiga hal yang mempunyai pengertian yang berbeda-beda. Subyek penelitian adalah benda, hal atau orang tempat variabel penelitian melekat. Responden adalah orang yang dapat memberikan jawaban atau keterangan tentang variabel.
Sumber data adalah tempat, orang atau benda di mana peeliti dapat mengamati, bertanya atau membaca tentang hal-hal yang berkenaan dengan variabel yang diteliti sumber data secara garis besar dapat dibedakan atas: orang (person), tempat (place), dan kertas atau dokumen (paper). Untuk menentukan besarnya sampel di samping pendekatan. Teknik sampel adalah: sampel acak (random), sampling kelompok (cluster), sampling berstrata (stratified), sampling wilayah (area), dan sampling kembar (double).

BAB 7
MEMILIH INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA

Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Instrumen data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Instrumen merupakan alat bantu bagi peneliti di dalam menggunakan metode pengumpulan data. Kaitan antara metode dengan instrumen pengumpulan data.
Jenis-jens instrumen adalah:
1.      Angket
Angket merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dengan maksud agar orang yang dibeli tersebut tersedia memberikan respons sesuai dengan permintaan pengguna.
2.      Daftar Cocok (Checlist)
Penjelasan umum mengenai instrumen disebutkan bahwa daftar cocok adalah angket yang dalam pengisiannya responden tinggal memberi tanda cek (   )
3.      Skala (Scale)
Skala menunjuk pada sebuah instrumen pengumpulan data yang bentuknya seperti daftar cocok tetapi alternatif yang disediakan merupakan sesuatu yang berjenjang.

BAB 8
MEMANTAPKAN PROPOSAL PENELITIAN

Proposal pelitian merupakan peta tentang kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peneliti. Namun demikian penyusun proposal penelitian  tidak selamanya berlanjut menjadi peneliti. Proposal penelitian yang disusun oleh mahasiswa penyusun skripsi masih harus dikonsultasikan dengan dosen pembimbing. Dalam mmantapkan proposal tersebut peneliti menggunakan instrumen rambu-rambu penilaian yang berisi tentang semua komponen proposal.
Dari penilaian yang didasarkan atas isian kolom-kolom dalam instrumen rambu-rambu penelitian, peneliti akan mengetahui mutu proposal yang telah disusun dan butir-butir atau komponen yang disempurnakan.

BAB 9
MENGATUR PERENCANAAN PENELITIAN

Di dalam proses penelitian, data merupakan sesuatu yang sangat penting. Dengan data itulah peneliti dapat menjawab permasalahan, mencari sesuatu yang menjadi tujuan penelitian serta dapat membuktikan hipotesis penelitiannya. Pada tahap persiapan ada langkah-langkah penting yang dilalui oleh peneliti yaitu: memahami proposal penelitian, mengatur personalia penelitian lau menyusun jadwal pelaksanaan.
A.    Mengatur Proposal Penelian
Penelitian harus dilakukan secara terencana, bertujuan dan sistematis. Mengingat proses dan maknanya tersebut peneliti harus dilakukan secara hati-hati, dengan tenaga yang cukup dan didukung oleh pikiran yang jernih.

B.     Mengkaji Proposal Penelitian
Persiapan penelitian adalah mengkaji proposal penelitian. Peneliti perseorangan mengkaji proposal untuk kepentingan dirinya sendiri agar lebih memahami pokok permasalahan yang bersangkut paut dengan penelitiannya.
Jenis-jenis kegiatan yang dilakukan di dalam mengkaji proposal penelitian adalah:
a.       Memahami bersama apa yang menjadi permasalahan penelitian
b.      Memahami ada berapa dan apa saja yang menjadi variabel penelitian
c.       Memahami metode dan rincian isi instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data
d.      Mengenal Subyek penelitian, populasi dan sampel serta cara menetukan sampel penelitian
e.       Mengetahui jenis teknik analisis data

C.    Menyusun Jadwal Pelaksanaan Penelitian

BAB 10
MENYUSUN INSTRUMEN PENELITIAN

Instrumen penelitian merupakan sesuatu yang  sangat penting dan strategis kedudukannya di dalam keseluruhan kegiatan penelitian. Instrumen penelitian merupakan alat bantu bagi peneliti dalam mengumpulkan data. Kualitas instrumen akan menetukan kualitas data yang terkumpul. Hubungan instrumen dengan data ini dikemukakan dalam: garbage tool garbage result. Itulah sebabnya menyusun instrumen bagi kegiatan penelitian merupakan langkah penting yang harus dipahami betul-betul oleh peneliti.
Agar peneliti memperoleh instrumen yang cukup baik sekurang-kurangnya dari segi validitas isi. Penahapan yang harus dilalui oleh penyusun instrumen secara umum adalah:
1.      Mengidentifikasi Variabel penelitian
2.      Menjabarkan penelitian menjadi sub variabel
3.      Menjabarkan sub variabel menjadi deskriptor
4.      Memecah deskriptor menjadi indikator
5.      Mengubah atau merumuskan indikator ke dalam butir-butir pertanyaan, pertanyaan atau butir soal.


BAB 11
MENYIAPKAN KANCAH PENELITIAN

Apabila pada bagian terdahulu sudah dikatakan bahwa data merupakan bagian terpenting di dalam kegiatan penelitian maka pada bagian ini dibicarakan tentang subyek penelitian, darimana data dapat diambil. Subyek penelitian harus ditata sebelum peneliti siap untuk mengumpulkan data. Hal-hal penting yang perlu dilakukan oleh peneliti adalah:
a.                   Menyiapkan suasana akrab untuk menjalin hubungan yang baik antara peneliti dengan subyek penelitian
b.                  Mengurus perizinan untuk meperoleh kebebasan untuk menghubungi subyek penelitian yang menjadi wawanang dan tanggung jawab pejabat formal
c.                   Melakukan studi pendahuluan agar peneliti betul-betul yakin bahwa penelitiannya akan dapat dilaksanakan
d.                  Mengadakan penentuan terhadap subyek penelitian yang sebenarnya.
Apabila jumlah populasi sangat terbatas maka untuk subyek uji coba disarankan mengambil sebagian dari subyek yang akan dijadikan subyek penelitian. Model-model yang diajukan masing-masing memiliki kelemahan-kelemahan karena memang strategi seperti diajukan ini sifatnya darurat.

BAB 12
MELAKSANAKAN UJI COBA INSTRUMEN

Sebelum instrumen digunakan sebagai pengumpuldata penelitian terlebih dahulu harus diuji cobakan kepada sejumlah subyek yang mempunyai responden penelitiannya. Perlunya instrumen di ujicobakan dimungkinkan bagi peneliti mengetahui keampuhan instrumen juga untuk mengetahui ketepatan pelaksanaan. Dengan pengamalan uji coba dimungkinkan bagi peneliti mengetahui persiapan-persiapan yang harus dilakukan seperti mengurus izin untuk responden, menyediakan tambahan sarana, waktu, dana dan tenaga.
Perlu dibedakan antara uji coba instrumen yang berbentuk tes dan yang bukan tes. Secara keseluruhan tujuan dan prosedurnya hampir sama. Jika dari hasil uji coba diketahui bahwa instrumen masih belum baik maka peneliti wajib mengadakan perbaikan sesuaai dengan informasi yang diperoleh dari uji coba tersebut.
Melakukan wawancara sangat perlu dilatih karena menciptakan suasana akrab antara pewawancara dengan orang yang diwawancarai itu tiak mudah. Penggunaan instrumen pengamatan merupakan hal yang rawan. Latihan menggunakan lembar pengamatan bertujuan untuk memantapkan dan menyamakan interpretasi jika pengumpul data melalui pengamatan bukan hanya seorang.

BAB 13
PELAKSANAAN PENELITIAN EKSPERIMEN

Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari “sesuatu” yang dikenakan pada subyek selidik. Dengan kata lain penelitian eksperimen mencoba meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat. Caranya adalah dengan membandingkan satu atau lebih kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak menerima perlakuan.
Secara umum di dalam pembicaraan penelitian dikenal adanya dua jenis penelitian eksperimen yaitu: eksperimen betul dan eksperimen tidak betul-betul tetapi hanya mirip eksperimen. Pelaksanaan penelitian eksperimen murni harus memenuhi persyaratan antara lain: adanya perlakuan yang dapat dikontrol, adanya kelompok pembanding dan adanya tes awal sebelum perlakuan diberikan.
Jika kegiatan penelitian tidak memenuhi persyaratan maka penelitiannya disebut dengan “penelitian pura-pura”. Di samping penelitian eksperimen murni dan eksperimen pura-pura masih ada jenis penelitian lain yaitu penelitian model “Pengukuran sesudah kejadian”. Metode ini peneliti tidak memberikan perlakuan tetapi memperkirakan bahwa satu atau lebih variabel telah menjadi penyebab timbulnya variabel lain.

BAB 14
PELAKSANAAN PENELITIAN EVALUASI

Model penelitian evaluasi merupakan salah satu di antara model penelitian yang cukup populer dikalangan para pejabat. Penelitian ini juga dikenal sebagai penelitian program. Penelitian evaluasi merupakan suatu proses yang dilakukan dalam rangka menentukan kebijakan dengan terlebih dahulu mempertimbangkan nilai-nilai positif dan keuntungan suatu program, serta mempertimbangkan proses serta teknik yang telah digunakan untuk melakukan penelitian.
Fungsi penelitian evaluasi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
1.      Evaluasi Formatif
Sebagai pengumpul data pada waktu pendidikan masih berlangsung. Data hasil evaluasi ini dapat digunakan untuk membentuk dan memodifikasi program kegiatan.
2.      Evaluasi Sumatif
Dilaksanakan untuk menentukan sejauh mana sesuatu program mempunyai nilai kemanfaatan, terutama jika dibandingkan dengan pelaksanaan program-program yang lain. Penilaian sumatif bermanfaat datanya bagi para pendidik yang akan mengadopsi program yang dievaluasi berkenaan dengan jhasil, program atau prosedur.





BAB 15
PENELITIAN DESKRIPTIF

Penelitian deskriptif tidak diperlukan administrasi dan pengontrolan terhadap perlakuan. Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan “apa adanya” tentang suatu variabel, gejala atau keadaan. Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis. Penelitian deskriptif merupakan penelitian bukan eksperimen karena tidak dimaksudkan untuk mengetahui akibat dari suatu perlakuan.
Penelitian survei merupakan penelitian yang biasanya dilakukan untuk subyek penelitian yang banyak, dimaksudkan untuk mengumpulkan pendapat atau informasi mengenai status gejala pada waktu penelitian dilangsungkan. Ada beberapa macam penelitian yang dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yaitu: penelitian survei, studi kasus, penelitian perkembangan, penelitian tidak lanjut, analisis dokumen dan penelitian kolerasional.

BAB 16
PENELITIAN HISTORIS

Penelitian historis merupakan penelaahan dokumen serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. Dengan mempelajari sesuatu yang telah lampau para sejarawan pendidik berharap dapat memahami keadaan, praktik pendidikan dengan lebih baik dan selanjutnya dapat memecahkan permasalahan yang timbul dengan mengacu pada pengalaman lama.
Prosedur yang dilalui oleh penelitian jenis lain, langkah-langkah pokok yang dilakukan peneliti adalah: merumuskan problematika atau pertanyaan penelitian, menelaah sumber yang mengandung fakta-fakta sejarah, mengambil kesimpulan.

Latar belakang kemampuan peneliti historis tersebut:
1.      Merumuskan problematika
2.      Menelaah sumber-sumber sejarah
3.      Merekam informasi dari sumber sejarah
4.      Mengevaluasi sumber-sumber sejarah
5.      Menginterpretasikan hasil evaluasi sumber sejarah.

BAB 17
ANALISIS DATA PENELITIAN DESKRIPTIF

Rencana analisis tentu sudah dibuat sebelumnya karena dengan rencana tersebut peneliti akan memperoleh banyak keuntungan. Analisis deskriptif kualitatif dilakukan peneliti dengan mencari jumlah frekuensi dan mencari persentasinya. Analisis lain juga masih bersifat deskriptif adalah analisis deskriptif kualitatif yang tujuan akhirnya memberikan predikat kepada variabel yang diteliti sesuai dengan tolak ukur yang sudah ditentukan.
Penelitian evaluasi merupakan jenis penelitian yang banyak menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif ini. Langkah yang dilalui adalah mengadakan pengukuran secara kuantitas terhadap variabel, kemudian baru mentransfer harga kuantitas tersebut menjadi predikat. Analisis statistik deskriptif yang dijelaskan dalam bagian ini adalah frekuensi relatif, mode, median dan mean. Manfaat statisatik deskriptif sebagai teknik analisis adalah memberi alternatif kepada peneliti agar dapat memaparkan hasil penelitiannya secara visual dan lebih mudah dipahami oleh pembaca.





BAB 18
ANALISIS STATISTIK INFERENSIAL

Statistik inferensial berfungsi untuk menggeneralisasikan hasil penelitian yang dilakukan pada sampel, bagi populasi. Sesuai dengan fungsi tersebut maka statistik inferensial cocok untuk penelitian sampel. Teknik analisis yang cocok untuk data berjenis nomianal dan sebagian lagi cocok untuk data berjenis ordinal. Untuk menentukan teknik atau rumus mana yang tepat untuk mengolah data peneliti harus memahami betul jenis data yang diperoleh dari penelitiannya.
Sebelum peneliti menetukan teknik statistikyang akan digunakan untuk menganalisis data, terlebih dahulu harus melakukan pengujian terhadap data yang dimiliki. Salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan teknik statistik adalah penyebaran data. Apabila data yang dianalisis berdistribusi normal maka peneliti boleh menggunakan teknik statistik parametrik. Perlu dipahami bahwa yang perlu diuji keadaannya hanyalah data jenis interval saja, karena data jenis itulah yang variasinya cukup besar. Apabila data penelitian telah terkumpul maka langkah selanjutnya adalah menyusun data tersebut menjadi sebuah distribusi frekuensi.

BAB 19
ANALISIS DATA PENELITIAN EKSPERIMEN

Penelitian eksperimen sangat sulit dilakukan terhadap populasi yang sangat besar ukurannya. Oleh karena itu, eksperimen kebanyakan dikenakan pada sampel, yang kesimpulannya diharapkan dapat diberlakukan pada populasi. Dengan demikian dapat dikatan bahwa penelitian eksperimen kebanyakan dianalisis dengan statistik inferensial. Untuk mengetahui afektivitas perlakuan subyek yang dikenai perlakuan harus dikontrol benar-benar sehingga apabila sudah selesai eksperimen diketahui efek, maka efek tersebut betul-betul hanya diakibatkan oleh adanya perlakuan.
Eksperimen dengan sampel tidak terpisah. Dengan model ini peneliti hanya memiliki satu sampel saja yang diukur dua kali. Pengukuran pertama dilakukan sebelum subyek diberi perlakuan. Kemudian perlakuan yang akhirnya ditutup dengan pengukuran kedua. Dengan model ini maka subyek dalam sampel mendapat kesempatan untuk dikenai tes dua kali.
Hal penting yang perlu diperhatikan dalam eksperimen adalah upaya yang harus dilakukan oleh peneliti dalam mengontrol masuknya variabel-variabel yang dapat mengganggu hasil yang tidak diharapkan.

BAB 20
ANALISIS VARIANS

Analisis varians merupakan sebuah teknik inferensial yang digunakan untuk menguji perbedaan rerata nilai. Sebagai sebuah teknik analisis varians atau yang sering kali disebut anava saja mempunyai banyak kegunaan. Pertama anava dapat digunakan untuk menentuan apakah rerata nilai dari dua atau lebih sampel berbeda secara signifikan ataukah tidak. Kedua, perhitungan anava menghasilkan harga F secara signifikan menunjukkan kepada peneliti bahwa sampel yang diteliti berasal dari populasi yang berbeda. Ketiga adalah bahwa anava dapat digunakan untuk menganalisis data yang dihasilkan dengan desain faktorial.
Pada dasarnya peneleli mempunyai kebebasan dan menempatkan identitas faktor yang dimiliki, yaitu akan dijadikan judul kolom ataukah judul baris. Ada dua macam anava yakni anava klasifikasi tunggal dan anava klasifikasi ganda. Anava tunggal adalah anava dengan satu variabel. Anava ganda adalah anava dengan lebih dari satu variabel. Dalam anava tunggal ataupun anava ganda terdapat beberapa istilah teknis yang belum terdapat di dalam teknik-teknik sebelumnya. Harga dimaksud adalah: sumber variasi, jumlah kuadrat, rerata kuadrat atau mean kuadrat dan harga F. Jumlah kuadrat dalam kelompok adalah kuadrat dari selisih setiap sekor dalam kelompok kecil dengan reratanya kemudian dijumlahkan.
BAB 21      
KERANGKA LAPORAN PENELITIAN

Laporan penelitian adalah uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan proses kegiatan penelitian. Dengan demikian isi laporan penelitian bukan hanya tentang langkah-langkah yang telah dilalui oleh peneliti saja tetapi juga latar belakang masalah, kerangka berfikir dan dukungan teori. Laporan penelitian bukanlah laporan perjalanan yang menceritakan langkah, tetapi sebuah tulisan ilmiah tentang pertanggungjawaban proses penemuan kebenaran. Oleh karena itu laporan penelitian harus barisi pertanggungjawaban metologik tentang proses penemuan juga urutan dan cara penyajian mengikuti aturan-aturan yang dipahami oleh masyarakat umum sehingga paparan pertanggungjawaban tersebut lebih bersifat terbuka.
Secara garis besar variasi laporan penelitian mencakup sekurang-kurangnya 5 hal yaitu:
1.      Pendahuluan
2.      Kajian Pustaka
3.      Metodologi Penelitian
4.      Hasil Penelitian
5.      Kesimpulan dan Implikasi Penelitian.

BAB 22
POKOK ISI LAPORAN PENELITIAN

Kegiatan penelitian baru dapat dirasakan gunanya apabila hasilnya sudah dapat dimanfaatkan. Bagaimanapun bagus dan pentingnya hasil penelitian, akan tidak ada harganya sama sekali jika tidak dimanfaatkan. Kemanfaatan tersebut akan lebih besar jika bukan hanya peneliti sendiri saja yang dapat memanfaatkan tetapi juga oleh pihak-pihak lain, baik pemerintah maupun anggota masyarakat luas. Penjelasan mengenai bagian utama laporan akan disampaikan secara rinci dan akan merupakan bagian dari bab ini.
Bagian utama  laporan berisi hal-hal yang langsung menyangkut pengalaman penelitian di dalam melaksanakan penelitiannya didahului dengan jalinan pikiran peneliti yang berfungsi sebagai landasan kegiatannya. Penulis uraikan dalam urutan sesuai dengan bagian-bagian yang sudah dikemukakan:
1.      Pendahuluan
2.      Kajian Pustaka
3.      Metodologi Penelitian
4.      Hasil Penelitian
5.      Kesimpulan diskusi dan saran.

BAB 23
BAGIAN PELENGKAP DAN TATA TULIS
LAPORAN PENELITIAN

Secara garis besar laporan penelitian dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu: bagian utama laporan dan bagian pelengkap. Seperti telah disebutkan, ada beberapa hal yang merupakan pelengkap laporan penelitian, baik disajikan di depan maupun di bagian belakang. Mengingat tidak semua bagian perlu diterangkan maka hanya beberapa bagian saja yang akan dijelaskan dalam bagian ini yang seringkali menimbulkan keraguan bagi para pembaca yang berkepentingan menuliskan laporan penelitian.
1.      Kata Pengantar
2.      Daftar Isi
3.      Daftar Pustaka



Butir-butir penilaian laporan penelitian
1.      Judul Penelitian
2.      Pendahuluan
3.      Kajian Pustaka
4.      Metodologi Penelitian
5.      Hasil Penelitian
6.      Kesimpulan
7.      Komponen Pelengkap




















BAB IV
PENUTUP

A.    Pandangan Penulis tentang Buku Yang Dilaporkan
Buku yang dilaporkan adalah Manajemen Penelitian. Buku ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin menyusun skripsi karena di dalam isi buku Manajemen Penelitian sangat lengkap terutama bagi kita yang menginginkan penemuan-penemuan atau hal-hal yang baru. Bab-bab yang dibahas dalam buku ini adalah sama pentingnya antara yang satu dengan yang lain. Kegiatan penelitian di lembaga pendidikan dan pengembangan maka buku ini dapat di jadikan bahan referensi atau rujukan.

B.     Manfaat
Bagi penulis buku ini sangat bermanfaat karena dalam isi buku ini kita mengetahui bagaimana cara menyusun laporan dan bagaimana langkah-langkah penelitian serta kita dapat merumuskan judul dan problematika penelitian. Untuk itu kita sebagai mahasiswa harus memiliki buku Manajemen Penelitian karena isi buku ini sangat bermanfaat bagi kita terutama bagi mahasiswa yang menyusun, baik laporan penelitian ataupun skripsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar