BAB I
PENDAHULUAN
Identitas buku “MANAJEMEN
PENELITIAN” karya Prof. Dr. Suharsimi Arikunto.
1. Judul Buku :
Manajemen Penelitian
2. Pengarang :
Prof. Dr. Suharsimi Arikunto
3. Penerbit :
Rineka Cipta
4. Tahun Terbit : 2010
5. Cetakan :
Kesebelas, Agustus 2010
6. Kota dan Lembaga Penerbit : Jakarta, Rineka Cipta
7. Tebal Buku :
23,5 cm
8. Warna Sampul Buku : Merah, Coklat, Ungu, Putih, Biru dan Hitam
9. Jumlah Halaman : 506 Halaman
10. Garis-garis Besar Isi Buku :
Secara garis
besar isi buku ini terdiri dari lima bagian. Bagian-bagiannya ialah:
a. Bagian Pertama : Pra-Perencanaan
Yang termuat dalam bagian ini adalah
bagaimana penelitian harus mengelola kegiatan-kegiatannya dalam menyusun
proposal dan memantapkan proposal penelitian. Jika telah disetujui oleh dosen
pembimbing atau sponsor yang memberikan bantuan dana. Pemantapan proposal
dilakukan dengan cara menyelenggarakan seminar atau meminta saran-saran kepada
orang lain yang dipandang tahu dan memahami permasalahan.
b. Bagian Kedua : Perencanaan
Yang termuat dalam bagian ini adalah
melengkapi personalia penelitian (jika penelitiannya dilakukan oleh kelompok)
atau menentukan personalia pembantu (jika penelitian yang dilakukan merupakan
penelitian yang dilakukan merupakan penelitian mandiri), mengurus perizinan,
penyusunan serta memantapkan instrumen mengumpulkan data.
c. Bagian Ketiga : Pelaksanaan Penelitian
Yang termuat dalam bagian ini antara lain
dengan apa dan bagaimana melaksanakan berbagai teknik mengumpul data dan
bagaimana cara mengatasi hambatan yang diantisipasikan akan muncul. Keberhasilan
penelitian secara keseluruhan sangat ditentukan oleh berhasil dan tidaknya
penelitian mengumpulkan data yang benar. Oleh karena itu, dalam begian ini
bukan saja disajikan teknik pengumpulan data tetapi juga pengorganisasian
petugas pengumpulnya, pengelolaan waktu dan biaya, serta begaimana teknik
mencapai target kembalinya instrumen yang telah terisi pada waktunya.
d. Bagian Keempat : Pelaksanaan
Yang termuat dalam bagian ini antara lain
adalah bagaimana memantapkan penelitian dalam memilih teknik analisis data,
melaksanakan persiapan pengolahan data, melaksanakan pengelolaan, melakukan
pembahasan terhadap hasil analisis, menarik kesimpulan, mencarikan pendukung
untuk menyusun diskusi dan saran-saran.
e. Bagian Kelima : Penyusunan Laporan
Penelitian
Yang termuat dalam bagian ini antara lain
pembagian tuas menyusun bagian laporan (jika penelitian dilakukan secara
kelompok), mencari sumber-sumber untuk memperluas dukungan teori, mencari dan
menentukan model penulisan laporan, bagaimana memilih rumusan kalimat yang
tepat untuk setiap bagian laporan, dan bagaimana menyunting laporan sesuai
dengan tujuan penyusunannya.
BAB II
LAPORAN BAGIAN BUKU
BAB 2
MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN
Bagi seorang peneliti,
menyusun proposal penelitian merupakan langkah yang sangat penting karena
langkah ini sangat menentukan berhasil tidaknya seluruh kegiatan penelitian.
Bab ini menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan penyusunan proposal tersebut. Dengan selesainya membaca
bab ini pembaca diharapkan:
1. Mengetahui manfaat proposal bagi kegiatan
penelitian
2. Memahami tentang hal-hal yang terkandung
di dalam proposal penelitian
3. Memiliki pengetahuan mengenai isi
masing-masing komponen dalam proposal penelitian, sekaligus langkah-langkah
penyusunannya.
A.
Manfaat Proposal Penelitian
Sebelum
seseorang memulai dengan kegiatan penelitiannya maka ia harus membuat sebuah
perencanaan tertulis yang biasa disebut dengan proposal penelitian. Penelitian
merupakan kegiatan ilmiah yang dimaksudkan untuk mengembangkan dan memperkaya
khasanah ilmu pengetahuan. Sebuah kegiatan ilmiah mengandung 3 persyaratan
yakni: dilakukan bertujuan, terencana dan sistematis. Proposal merupakan suatu
cara untuk mengadakan realisasi dalam memenuhi persyaratan ilmiah tersebut.
Dengan membuat proposal penelitian di tuntut untuk dirumuskan dengan jelas apa
tujuan yang ingin dicapai.
Disamping
tujuan proposal juga disebutkan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan
penelitiannya, antara lain: Latar belakang diadakannya penelitian,
Problematika, Hipotesis, Metodelogi yang dipakai. Proposal penelitian merupakan
suatu rencana tertulis yang akan diikuti dengan kegiatan nyata. Proposal
penelitian bukan saja harus dibuat oleh mahasiswa yang akan menyusun skripsi
atau tesis, tetapi oleh siapa saja yang akan melakukan penelitian.
B.
Isi Proposal Penelitian
Proposal
merupakan perencanaan pelitian yang harus sudah mencakup gambaran mengenai
kegiatan penelitian yang bisa dilakukan. Secara garis besar proposal pelitian
berisi hal-hal:
1. Latar Belakang Penelitian
Latar belakang
penelitian di kategorikan sebagai bagian pendahuluan ini dijelaskan mengenai
apa yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian ini.
2. Rumusan Problematika Penelitian
Problematika
merupakan kunci dari kegiatannya. Dari problematika penelitian inilah tujuan
penelitian, hipotesis populasi dan sampel.
3. Rumusan Tujuan dan Hipotesis Penelitian
4. Metodologi Penelitian
5. Menentukan Langkah-langkah Penelitian
BAB 3
MERUMUSKAN JUDUL DAN PROBLEMATIKA PENELITIAN
Di dalam kegiatan penelitian,
judul merupakan sesuatu yang sangat penting kedudukannya. Di samping judul,
problematika penelitian juga merupakan hal pokok penting dalam penelitian.
Bahkan sementara orang mengatakan bahwa problematika penelitian kedudukannya di
dalam penelitian di bandingkan dengan judulnya. Pentingnya judul dan
problematika ini dalam penelitian:
A.
Proses Pemilihan Problematika dan Judul
Penelitian
Proses
penelitian problematika dan judul penelitian tidak dapat dilepaskan dari
bagian-bagian penelitian lain yaitu kepentingan pribadi atau kecenderungan
perhatian masyarakat dan pemerintah beserta kebijakannya, populasi dan sampel
penelitian yang dapat digunakan, kesempatan yang ada, waktu serta dana yang
tersedia dan tidak kalah pentingnya adalah pelaksanaan utama maupun
personel-personel lain yang dapat memberikan bantuan. Secara garis besar,
proses penelitian pada umumnya melalui langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mencari permasalahan yang pantas untuk
diteliti
2. Menelaah buku-buku untuk mencari dukungan
teori dengan cara membaca maupun laporan hasil penelitian
3. Meninjau kembali rumusan serta memantapkan
problematika
4. Menyusun instrumen pengumpul data
5. Melaksanakan penelitian
6. Melakukan tabulasi pengolahan data
7. Mengambil kesimpulan
8. Menyusun laporan penelitian
B.
Unsur-unsur Yang Dipertimbangkan Dalam
Merumuskan Problematika dan Judul Penelitian
Hal-hal yang
harus dipertimbangkan dalam merumuskan judul penelitian agak berbeda dengan
hal-hal yang harus dipertimbangkan dan merumuskan problematika, meskipun antara
judul dengan problematika amat erat hubungannya. Problematika merupakan unsur
pokok yang menjiwai judul, akan tetapi tidak semua problematika dimasukkan ke
dalam judul. Inti problematika merupakan unsur yang paling tepat ditonjolkan
dalam merumuskan judul penelitian.
BAB 4
MERUMUSKAN HIPOTESIS PENELITIAN
Hipotesis merupakan sesuatu
yang sangat perlu dialami oleh setiap peneliti. Di dalam proses penelitiannya,
mau tidak mau mereka harus sampai pada taraf menentukan apakah penelitiannya
akan menggunakan hipotesis ataukah tidak.
A.
Pengertian Hipotesis
Hipotesis
menunjuk pada hubungan antara dua atau lebih variabel. Apabila peneliti setuju
dengan pendapat ini, maka mereka hanya perlu berpikir akan menggunakan
hipotesis atau tidak dalam penelitiannya jika peneliti tersebt mengandung satu
variabel. Untuk penelitian dua atau lebih variabel, hipotesis merupakan dugaan
tentang kebenaran mengenai dua variabel atau lebih. Hubungan variabel dapat
dibedakan menjadi 3 yaitu:
1. Hubungan yang sifatnya sejajar tidak
timbal balik
2. Hubungannya yang sifatnya sejajar timbal
balik
3. Hubungan yang menunjuk pada sebab akibat
B.
Jenis-jenis Hipotesis
- Hipotesis Nol
- Hipotesis Alternatif / Hipotesis Kerja
BAB 5
MANGKAJI BAHAN PUSTAKA
Di dalam proses penelitian
pada umumnya, kajian pustaka merupakan proses penting yang harus dilalui untuk
memperoleh dukungan teori bagi pemecahan permasalahan yang diajukan. Kajian
pustaka peneliti dapat memahami ilmu pengetahuan yang ada sehingga mereka
mempunyai kesempatan untuk berkali-kali mengadakan peninjauan dimana letak
permasalahan yang akan diteliti.
Dalam penyusunan proposal
penelitian. Peneliti perlu melakukan pengkajian pustaka pada waktu: memilih
masalah, menyusun landasan teori dan menyusun bagian metodologi. Di dalam
bagian landasan teori terdapat dua tempat penting yang memerlukan hasil kajian
pustaka yaitu keranga teori dan kerangka berpikir.
Untuk mengkaji sumber pustaka
sebaiknya peneliti menggunakan kartu biografi. Hasil kajian pustaka dituangkan
dalam bentuk kutipan langsung. Peneliti dibenarkan mengutip hasil karya ahli
terdahulu sepanjang dengan jujur mnyebutkan dalam daftar pustaka maupun dalam
teks proposal dan teks uraian laporan penelitiannya.
BAB 6
MENENTUKAN SUBYEK PENELITIAN
Di dalam subyek penelitian,
subyek penelitian merupakan sesuatu yang kedudukannya sangat sentral karena
pada subyek penelitian itulah data tentang variabel yang diteliti berada dan
diamati oleh peneliti. Subyek penelitian, responden penelitian dan sumber data
merupakan tiga hal yang mempunyai pengertian yang berbeda-beda. Subyek
penelitian adalah benda, hal atau orang tempat variabel penelitian melekat.
Responden adalah orang yang dapat memberikan jawaban atau keterangan tentang
variabel.
Sumber data adalah tempat,
orang atau benda di mana peeliti dapat mengamati, bertanya atau membaca tentang
hal-hal yang berkenaan dengan variabel yang diteliti sumber data secara garis
besar dapat dibedakan atas: orang (person), tempat (place), dan kertas atau
dokumen (paper). Untuk menentukan besarnya sampel di samping pendekatan. Teknik
sampel adalah: sampel acak (random), sampling kelompok (cluster), sampling
berstrata (stratified), sampling wilayah (area), dan sampling kembar (double).
BAB 7
MEMILIH INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA
Metode pengumpulan data adalah
cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Instrumen
data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam
kegiatannya mengumpulkan agar kegatan tersebut menjadi sistematis dan
dipermudah olehnya. Instrumen merupakan alat bantu bagi peneliti di dalam
menggunakan metode pengumpulan data. Kaitan antara metode dengan instrumen
pengumpulan data.
Jenis-jens instrumen adalah:
1. Angket
Angket
merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dengan maksud agar
orang yang dibeli tersebut tersedia memberikan respons sesuai dengan permintaan
pengguna.
2. Daftar Cocok (Checlist)
Penjelasan
umum mengenai instrumen disebutkan bahwa daftar cocok adalah angket yang dalam
pengisiannya responden tinggal memberi tanda cek ( )
3. Skala (Scale)
Skala
menunjuk pada sebuah instrumen pengumpulan data yang bentuknya seperti daftar
cocok tetapi alternatif yang disediakan merupakan sesuatu yang berjenjang.
BAB 8
MEMANTAPKAN PROPOSAL PENELITIAN
Proposal pelitian merupakan
peta tentang kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peneliti. Namun demikian
penyusun proposal penelitian tidak
selamanya berlanjut menjadi peneliti. Proposal penelitian yang disusun oleh
mahasiswa penyusun skripsi masih harus dikonsultasikan dengan dosen pembimbing.
Dalam mmantapkan proposal tersebut peneliti menggunakan instrumen rambu-rambu
penilaian yang berisi tentang semua komponen proposal.
Dari penilaian yang didasarkan
atas isian kolom-kolom dalam instrumen rambu-rambu penelitian, peneliti akan
mengetahui mutu proposal yang telah disusun dan butir-butir atau komponen yang
disempurnakan.
BAB 9
MENGATUR PERENCANAAN PENELITIAN
Di dalam proses penelitian,
data merupakan sesuatu yang sangat penting. Dengan data itulah peneliti dapat
menjawab permasalahan, mencari sesuatu yang menjadi tujuan penelitian serta
dapat membuktikan hipotesis penelitiannya. Pada tahap persiapan ada
langkah-langkah penting yang dilalui oleh peneliti yaitu: memahami proposal
penelitian, mengatur personalia penelitian lau menyusun jadwal pelaksanaan.
A.
Mengatur Proposal Penelian
Penelitian
harus dilakukan secara terencana, bertujuan dan sistematis. Mengingat proses
dan maknanya tersebut peneliti harus dilakukan secara hati-hati, dengan tenaga
yang cukup dan didukung oleh pikiran yang jernih.
B.
Mengkaji Proposal Penelitian
Persiapan
penelitian adalah mengkaji proposal penelitian. Peneliti perseorangan mengkaji
proposal untuk kepentingan dirinya sendiri agar lebih memahami pokok
permasalahan yang bersangkut paut dengan penelitiannya.
Jenis-jenis
kegiatan yang dilakukan di dalam mengkaji proposal penelitian adalah:
a. Memahami bersama apa yang menjadi
permasalahan penelitian
b. Memahami ada berapa dan apa saja yang
menjadi variabel penelitian
c. Memahami metode dan rincian isi instrumen
penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data
d. Mengenal Subyek penelitian, populasi dan
sampel serta cara menetukan sampel penelitian
e. Mengetahui jenis teknik analisis data
C.
Menyusun Jadwal Pelaksanaan Penelitian
BAB 10
MENYUSUN INSTRUMEN PENELITIAN
Instrumen penelitian merupakan
sesuatu yang sangat penting dan
strategis kedudukannya di dalam keseluruhan kegiatan penelitian. Instrumen
penelitian merupakan alat bantu bagi peneliti dalam mengumpulkan data. Kualitas
instrumen akan menetukan kualitas data yang terkumpul. Hubungan instrumen
dengan data ini dikemukakan dalam: garbage
tool garbage result. Itulah sebabnya menyusun instrumen bagi kegiatan
penelitian merupakan langkah penting yang harus dipahami betul-betul oleh
peneliti.
Agar peneliti memperoleh
instrumen yang cukup baik sekurang-kurangnya dari segi validitas isi. Penahapan
yang harus dilalui oleh penyusun instrumen secara umum adalah:
1. Mengidentifikasi Variabel penelitian
2. Menjabarkan penelitian menjadi sub
variabel
3. Menjabarkan sub variabel menjadi
deskriptor
4. Memecah deskriptor menjadi indikator
5. Mengubah atau merumuskan indikator ke
dalam butir-butir pertanyaan, pertanyaan atau butir soal.
BAB 11
MENYIAPKAN KANCAH PENELITIAN
Apabila pada bagian terdahulu
sudah dikatakan bahwa data merupakan bagian terpenting di dalam kegiatan
penelitian maka pada bagian ini dibicarakan tentang subyek penelitian, darimana
data dapat diambil. Subyek penelitian harus ditata sebelum peneliti siap untuk
mengumpulkan data. Hal-hal penting yang perlu dilakukan oleh peneliti adalah:
a.
Menyiapkan
suasana akrab untuk menjalin hubungan yang baik antara peneliti dengan subyek
penelitian
b.
Mengurus
perizinan untuk meperoleh kebebasan untuk menghubungi subyek penelitian yang
menjadi wawanang dan tanggung jawab pejabat formal
c.
Melakukan
studi pendahuluan agar peneliti betul-betul yakin bahwa penelitiannya akan
dapat dilaksanakan
d.
Mengadakan
penentuan terhadap subyek penelitian yang sebenarnya.
Apabila jumlah populasi sangat
terbatas maka untuk subyek uji coba disarankan mengambil sebagian dari subyek
yang akan dijadikan subyek penelitian. Model-model yang diajukan masing-masing
memiliki kelemahan-kelemahan karena memang strategi seperti diajukan ini
sifatnya darurat.
BAB 12
MELAKSANAKAN UJI COBA INSTRUMEN
Sebelum instrumen digunakan
sebagai pengumpuldata penelitian terlebih dahulu harus diuji cobakan kepada
sejumlah subyek yang mempunyai responden penelitiannya. Perlunya instrumen di
ujicobakan dimungkinkan bagi peneliti mengetahui keampuhan instrumen juga untuk
mengetahui ketepatan pelaksanaan. Dengan pengamalan uji coba dimungkinkan bagi
peneliti mengetahui persiapan-persiapan yang harus dilakukan seperti mengurus
izin untuk responden, menyediakan tambahan sarana, waktu, dana dan tenaga.
Perlu dibedakan antara uji
coba instrumen yang berbentuk tes dan yang bukan tes. Secara keseluruhan tujuan
dan prosedurnya hampir sama. Jika dari hasil uji coba diketahui bahwa instrumen
masih belum baik maka peneliti wajib mengadakan perbaikan sesuaai dengan
informasi yang diperoleh dari uji coba tersebut.
Melakukan wawancara sangat
perlu dilatih karena menciptakan suasana akrab antara pewawancara dengan orang
yang diwawancarai itu tiak mudah. Penggunaan instrumen pengamatan merupakan hal
yang rawan. Latihan menggunakan lembar pengamatan bertujuan untuk memantapkan
dan menyamakan interpretasi jika pengumpul data melalui pengamatan bukan hanya
seorang.
BAB 13
PELAKSANAAN PENELITIAN EKSPERIMEN
Penelitian eksperimen
merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari
“sesuatu” yang dikenakan pada subyek selidik. Dengan kata lain penelitian
eksperimen mencoba meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat. Caranya adalah
dengan membandingkan satu atau lebih kelompok eksperimen yang diberi perlakuan
dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak menerima perlakuan.
Secara umum di dalam
pembicaraan penelitian dikenal adanya dua jenis penelitian eksperimen yaitu:
eksperimen betul dan eksperimen tidak betul-betul tetapi hanya mirip
eksperimen. Pelaksanaan penelitian eksperimen murni harus memenuhi persyaratan
antara lain: adanya perlakuan yang dapat dikontrol, adanya kelompok pembanding
dan adanya tes awal sebelum perlakuan diberikan.
Jika kegiatan penelitian tidak
memenuhi persyaratan maka penelitiannya disebut dengan “penelitian pura-pura”.
Di samping penelitian eksperimen murni dan eksperimen pura-pura masih ada jenis
penelitian lain yaitu penelitian model “Pengukuran sesudah kejadian”. Metode
ini peneliti tidak memberikan perlakuan tetapi memperkirakan bahwa satu atau
lebih variabel telah menjadi penyebab timbulnya variabel lain.
BAB 14
PELAKSANAAN PENELITIAN EVALUASI
Model penelitian evaluasi
merupakan salah satu di antara model penelitian yang cukup populer dikalangan
para pejabat. Penelitian ini juga dikenal sebagai penelitian program.
Penelitian evaluasi merupakan suatu proses yang dilakukan dalam rangka
menentukan kebijakan dengan terlebih dahulu mempertimbangkan nilai-nilai
positif dan keuntungan suatu program, serta mempertimbangkan proses serta
teknik yang telah digunakan untuk melakukan penelitian.
Fungsi penelitian evaluasi
dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Evaluasi Formatif
Sebagai pengumpul data pada
waktu pendidikan masih berlangsung. Data hasil evaluasi ini dapat digunakan
untuk membentuk dan memodifikasi program kegiatan.
2. Evaluasi Sumatif
Dilaksanakan untuk menentukan
sejauh mana sesuatu program mempunyai nilai kemanfaatan, terutama jika
dibandingkan dengan pelaksanaan program-program yang lain. Penilaian sumatif
bermanfaat datanya bagi para pendidik yang akan mengadopsi program yang
dievaluasi berkenaan dengan jhasil, program atau prosedur.
BAB 15
PENELITIAN DESKRIPTIF
Penelitian deskriptif tidak
diperlukan administrasi dan pengontrolan terhadap perlakuan. Penelitian
deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya
menggambarkan “apa adanya” tentang suatu variabel, gejala atau keadaan. Penelitian
deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis. Penelitian deskriptif
merupakan penelitian bukan eksperimen karena tidak dimaksudkan untuk mengetahui
akibat dari suatu perlakuan.
Penelitian survei merupakan
penelitian yang biasanya dilakukan untuk subyek penelitian yang banyak,
dimaksudkan untuk mengumpulkan pendapat atau informasi mengenai status gejala
pada waktu penelitian dilangsungkan. Ada beberapa macam penelitian yang dapat
dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yaitu: penelitian survei, studi
kasus, penelitian perkembangan, penelitian tidak lanjut, analisis dokumen dan
penelitian kolerasional.
BAB 16
PENELITIAN HISTORIS
Penelitian historis merupakan
penelaahan dokumen serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa
lampau dan dilaksanakan secara sistematis. Dengan mempelajari sesuatu yang
telah lampau para sejarawan pendidik berharap dapat memahami keadaan, praktik
pendidikan dengan lebih baik dan selanjutnya dapat memecahkan permasalahan yang
timbul dengan mengacu pada pengalaman lama.
Prosedur yang dilalui oleh
penelitian jenis lain, langkah-langkah pokok yang dilakukan peneliti adalah: merumuskan
problematika atau pertanyaan penelitian, menelaah sumber yang mengandung
fakta-fakta sejarah, mengambil kesimpulan.
Latar belakang kemampuan
peneliti historis tersebut:
1. Merumuskan problematika
2. Menelaah sumber-sumber sejarah
3. Merekam informasi dari sumber sejarah
4. Mengevaluasi sumber-sumber sejarah
5. Menginterpretasikan hasil evaluasi sumber
sejarah.
BAB 17
ANALISIS DATA PENELITIAN DESKRIPTIF
Rencana analisis tentu sudah
dibuat sebelumnya karena dengan rencana tersebut peneliti akan memperoleh
banyak keuntungan. Analisis deskriptif kualitatif dilakukan peneliti dengan
mencari jumlah frekuensi dan mencari persentasinya. Analisis lain juga masih
bersifat deskriptif adalah analisis deskriptif kualitatif yang tujuan akhirnya
memberikan predikat kepada variabel yang diteliti sesuai dengan tolak ukur yang
sudah ditentukan.
Penelitian evaluasi merupakan
jenis penelitian yang banyak menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif
ini. Langkah yang dilalui adalah mengadakan pengukuran secara kuantitas
terhadap variabel, kemudian baru mentransfer harga kuantitas tersebut menjadi
predikat. Analisis statistik deskriptif yang dijelaskan dalam bagian ini adalah
frekuensi relatif, mode, median dan mean. Manfaat statisatik deskriptif sebagai
teknik analisis adalah memberi alternatif kepada peneliti agar dapat memaparkan
hasil penelitiannya secara visual dan lebih mudah dipahami oleh pembaca.
BAB 18
ANALISIS STATISTIK INFERENSIAL
Statistik inferensial
berfungsi untuk menggeneralisasikan hasil penelitian yang dilakukan pada
sampel, bagi populasi. Sesuai dengan fungsi tersebut maka statistik inferensial
cocok untuk penelitian sampel. Teknik analisis yang cocok untuk data berjenis
nomianal dan sebagian lagi cocok untuk data berjenis ordinal. Untuk menentukan
teknik atau rumus mana yang tepat untuk mengolah data peneliti harus memahami
betul jenis data yang diperoleh dari penelitiannya.
Sebelum peneliti menetukan
teknik statistikyang akan digunakan untuk menganalisis data, terlebih dahulu
harus melakukan pengujian terhadap data yang dimiliki. Salah satu faktor yang
harus dipertimbangkan dalam pemilihan teknik statistik adalah penyebaran data.
Apabila data yang dianalisis berdistribusi normal maka peneliti boleh
menggunakan teknik statistik parametrik. Perlu dipahami bahwa yang perlu diuji
keadaannya hanyalah data jenis interval saja, karena data jenis itulah yang
variasinya cukup besar. Apabila data penelitian telah terkumpul maka langkah
selanjutnya adalah menyusun data tersebut menjadi sebuah distribusi frekuensi.
BAB 19
ANALISIS DATA PENELITIAN EKSPERIMEN
Penelitian eksperimen sangat
sulit dilakukan terhadap populasi yang sangat besar ukurannya. Oleh karena itu,
eksperimen kebanyakan dikenakan pada sampel, yang kesimpulannya diharapkan
dapat diberlakukan pada populasi. Dengan demikian dapat dikatan bahwa
penelitian eksperimen kebanyakan dianalisis dengan statistik inferensial. Untuk
mengetahui afektivitas perlakuan subyek yang dikenai perlakuan harus dikontrol
benar-benar sehingga apabila sudah selesai eksperimen diketahui efek, maka efek
tersebut betul-betul hanya diakibatkan oleh adanya perlakuan.
Eksperimen dengan sampel tidak
terpisah. Dengan model ini peneliti hanya memiliki satu sampel saja yang diukur
dua kali. Pengukuran pertama dilakukan sebelum subyek diberi perlakuan.
Kemudian perlakuan yang akhirnya ditutup dengan pengukuran kedua. Dengan model
ini maka subyek dalam sampel mendapat kesempatan untuk dikenai tes dua kali.
Hal penting yang perlu
diperhatikan dalam eksperimen adalah upaya yang harus dilakukan oleh peneliti
dalam mengontrol masuknya variabel-variabel yang dapat mengganggu hasil yang
tidak diharapkan.
BAB 20
ANALISIS VARIANS
Analisis varians merupakan
sebuah teknik inferensial yang digunakan untuk menguji perbedaan rerata nilai.
Sebagai sebuah teknik analisis varians atau yang sering kali disebut anava saja
mempunyai banyak kegunaan. Pertama anava dapat digunakan untuk menentuan apakah
rerata nilai dari dua atau lebih sampel berbeda secara signifikan ataukah
tidak. Kedua, perhitungan anava menghasilkan harga F secara signifikan
menunjukkan kepada peneliti bahwa sampel yang diteliti berasal dari populasi
yang berbeda. Ketiga adalah bahwa anava dapat digunakan untuk menganalisis data
yang dihasilkan dengan desain faktorial.
Pada dasarnya peneleli
mempunyai kebebasan dan menempatkan identitas faktor yang dimiliki, yaitu akan
dijadikan judul kolom ataukah judul baris. Ada dua macam anava yakni anava
klasifikasi tunggal dan anava klasifikasi ganda. Anava tunggal adalah anava
dengan satu variabel. Anava ganda adalah anava dengan lebih dari satu variabel.
Dalam anava tunggal ataupun anava ganda terdapat beberapa istilah teknis yang belum
terdapat di dalam teknik-teknik sebelumnya. Harga dimaksud adalah: sumber
variasi, jumlah kuadrat, rerata kuadrat atau mean kuadrat dan harga F. Jumlah
kuadrat dalam kelompok adalah kuadrat dari selisih setiap sekor dalam kelompok
kecil dengan reratanya kemudian dijumlahkan.
BAB 21
KERANGKA LAPORAN PENELITIAN
Laporan penelitian adalah
uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan proses kegiatan penelitian. Dengan
demikian isi laporan penelitian bukan hanya tentang langkah-langkah yang telah
dilalui oleh peneliti saja tetapi juga latar belakang masalah, kerangka
berfikir dan dukungan teori. Laporan penelitian bukanlah laporan perjalanan
yang menceritakan langkah, tetapi sebuah tulisan ilmiah tentang
pertanggungjawaban proses penemuan kebenaran. Oleh karena itu laporan
penelitian harus barisi pertanggungjawaban metologik tentang proses penemuan
juga urutan dan cara penyajian mengikuti aturan-aturan yang dipahami oleh
masyarakat umum sehingga paparan pertanggungjawaban tersebut lebih bersifat
terbuka.
Secara garis besar variasi
laporan penelitian mencakup sekurang-kurangnya 5 hal yaitu:
1. Pendahuluan
2. Kajian Pustaka
3. Metodologi Penelitian
4. Hasil Penelitian
5. Kesimpulan dan Implikasi Penelitian.
BAB 22
POKOK ISI LAPORAN PENELITIAN
Kegiatan penelitian baru dapat
dirasakan gunanya apabila hasilnya sudah dapat dimanfaatkan. Bagaimanapun bagus
dan pentingnya hasil penelitian, akan tidak ada harganya sama sekali jika tidak
dimanfaatkan. Kemanfaatan tersebut akan lebih besar jika bukan hanya peneliti
sendiri saja yang dapat memanfaatkan tetapi juga oleh pihak-pihak lain, baik
pemerintah maupun anggota masyarakat luas. Penjelasan mengenai bagian utama
laporan akan disampaikan secara rinci dan akan merupakan bagian dari bab ini.
Bagian utama laporan berisi hal-hal yang langsung
menyangkut pengalaman penelitian di dalam melaksanakan penelitiannya didahului
dengan jalinan pikiran peneliti yang berfungsi sebagai landasan kegiatannya.
Penulis uraikan dalam urutan sesuai dengan bagian-bagian yang sudah
dikemukakan:
1. Pendahuluan
2. Kajian Pustaka
3. Metodologi Penelitian
4. Hasil Penelitian
5. Kesimpulan diskusi dan saran.
BAB 23
BAGIAN PELENGKAP DAN TATA TULIS
LAPORAN PENELITIAN
Secara garis besar laporan
penelitian dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu: bagian utama
laporan dan bagian pelengkap. Seperti telah disebutkan, ada beberapa hal yang
merupakan pelengkap laporan penelitian, baik disajikan di depan maupun di
bagian belakang. Mengingat tidak semua bagian perlu diterangkan maka hanya
beberapa bagian saja yang akan dijelaskan dalam bagian ini yang seringkali
menimbulkan keraguan bagi para pembaca yang berkepentingan menuliskan laporan
penelitian.
1. Kata Pengantar
2. Daftar Isi
3. Daftar Pustaka
Butir-butir penilaian laporan
penelitian
1. Judul Penelitian
2. Pendahuluan
3. Kajian Pustaka
4. Metodologi Penelitian
5. Hasil Penelitian
6. Kesimpulan
7. Komponen Pelengkap
BAB IV
PENUTUP
A.
Pandangan Penulis tentang Buku Yang
Dilaporkan
Buku yang dilaporkan adalah Manajemen
Penelitian. Buku ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin menyusun
skripsi karena di dalam isi buku Manajemen Penelitian sangat lengkap terutama
bagi kita yang menginginkan penemuan-penemuan atau hal-hal yang baru. Bab-bab
yang dibahas dalam buku ini adalah sama pentingnya antara yang satu dengan yang
lain. Kegiatan penelitian di lembaga pendidikan dan pengembangan maka buku ini
dapat di jadikan bahan referensi atau rujukan.
B.
Manfaat
Bagi penulis buku ini sangat
bermanfaat karena dalam isi buku ini kita mengetahui bagaimana cara menyusun
laporan dan bagaimana langkah-langkah penelitian serta kita dapat merumuskan
judul dan problematika penelitian. Untuk itu kita sebagai mahasiswa harus
memiliki buku Manajemen Penelitian karena isi buku ini sangat bermanfaat bagi
kita terutama bagi mahasiswa yang menyusun, baik laporan penelitian ataupun
skripsi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar